Bogor, Kantor Berita Jabar – Arus informasi bergerak semakin cepat. Dunia terasa tanpa batas. Namun di tengah perubahan tersebut, generasi muda diminta tidak kehilangan akar kebangsaannya.
Pesan itu disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto saat berbicara di hadapan peserta Kongres IV Blok Pelajar Politik Merdeka di Kabupaten Bogor.
Menurut Bima, generasi muda Indonesia harus mampu bersaing dalam lingkungan global yang semakin terbuka. Mereka perlu memperkuat kemampuan, memperluas wawasan internasional, dan memahami perkembangan dunia.
Meski demikian, keterbukaan terhadap dunia luar tidak boleh mengikis identitas kebangsaan.
Ia menilai semangat nasionalisme tetap menjadi fondasi penting dalam membangun Indonesia menuju 2045.
Bima mengatakan generasi muda harus memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi, ekonomi, maupun dinamika sosial global.
Namun kemampuan tersebut harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Dalam pandangannya, bangsa yang maju bukan hanya bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga bangsa yang mampu mempertahankan karakter dan identitasnya.
Karena itu, pelajar didorong menjadi generasi yang terbuka terhadap perubahan tanpa kehilangan jati diri sebagai warga negara Indonesia.
Pesan tersebut menjadi salah satu fokus dalam diskusi mengenai peran generasi muda menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045. (Red)






