Jakarta, Kantor Berita Jabar – Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia menawarkan konsep Jembatan Dialog Empat Pilar sebagai pendekatan moderasi (wasathiyah) dalam mendorong penyelesaian konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman. Gagasan tersebut disampaikan sebagai kontribusi pemikiran dari Indonesia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Perhatian tersebut muncul menyusul eskalasi saling serang antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di kawasan strategis Bab el-Mandeb, termasuk serangan terhadap kapal-kapal tanker yang melintasi jalur pelayaran internasional.
Melalui Juru Bicaranya, Masduki Baidlowi, Ma’ruf Amin menyampaikan keprihatinan atas konflik yang berkepanjangan. Menurutnya, pertikaian antarsesama negara dan bangsa Muslim tidak hanya berdampak pada pihak-pihak yang berkonflik, tetapi juga memengaruhi stabilitas ekonomi, politik, dan psikologis dunia Islam, termasuk Indonesia.
Sebagai jalan tengah, Ma’ruf Amin menawarkan konsep Jembatan Dialog Empat Pilar yang berorientasi pada penyelesaian damai melalui pendekatan dialog dan penguatan kerja sama.
Pilar pertama adalah gencatan senjata kemanusiaan sesegera mungkin. Dalam konsep tersebut, kedua pihak didorong menghentikan seluruh operasi militer serta serangan di kawasan Bab el-Mandeb dan wilayah sekitarnya. Langkah ini dipandang penting untuk mencegah memburuknya krisis kemanusiaan sekaligus menjaga keamanan jalur perdagangan internasional.
Pilar kedua berupa pengaktifan kembali poros dialog internal umat (ukhuwah Islamiyah). Ma’ruf Amin mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersama tokoh-tokoh ulama dunia mengambil peran sebagai mediator yang netral agar penyelesaian konflik dilakukan dalam semangat persaudaraan Islam.
Pilar ketiga adalah rekonsiliasi berbasis inklusivitas politik. Melalui pendekatan ini, Arab Saudi dan kelompok Houthi didorong menyusun peta jalan tata kelola keamanan kawasan dengan saling menghormati kedaulatan masing-masing. Dalam konsep tersebut, stabilitas Yaman dipandang memiliki keterkaitan dengan keamanan Arab Saudi, demikian pula sebaliknya.
Adapun pilar keempat menitikberatkan pada jaminan keamanan jalur logistik internasional melalui kesepakatan kawasan bebas konflik di Selat Bab el-Mandeb. Menurut Ma’ruf Amin, kelancaran jalur tersebut memiliki arti penting karena gangguan distribusi dapat memengaruhi perdagangan internasional dan berdampak pada masyarakat di berbagai negara.
Di bagian akhir pesannya, Ma’ruf Amin menegaskan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia siap mendukung setiap upaya perdamaian antara Arab Saudi dan kelompok Houthi. Ia berpandangan bahwa penyelesaian melalui dialog menjadi langkah yang lebih konstruktif bagi masa depan dunia Islam dibandingkan konflik yang berkepanjangan. (Red)






