Jakarta, Kantor Berita Jabar – Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung setiap upaya perdamaian antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Sikap tersebut disampaikan Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia melalui Juru Bicaranya, Masduki Baidlowi, sebagai bagian dari seruan agar penyelesaian konflik ditempuh melalui dialog.
Dalam siaran pers yang disampaikan di Jakarta, Ma’ruf Amin menyampaikan keprihatinan atas eskalasi konflik yang terjadi di kawasan strategis Bab el-Mandeb, termasuk serangan terhadap kapal-kapal tanker. Menurutnya, konflik yang terus berlangsung tidak hanya berdampak pada pihak-pihak yang bertikai, tetapi juga memengaruhi stabilitas ekonomi, politik, dan psikologis dunia Islam, termasuk Indonesia.
Ma’ruf Amin menilai penyelesaian konflik melalui pendekatan damai menjadi langkah yang lebih konstruktif dibandingkan kelanjutan aksi bersenjata. Karena itu, ia mengajak para pemimpin Arab Saudi dan kelompok Houthi menghentikan penggunaan senjata serta membuka ruang dialog yang mampu menghasilkan solusi bersama.
Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia, menurut Ma’ruf Amin, siap memberikan dukungan terhadap setiap inisiatif yang bertujuan menciptakan perdamaian. Dukungan tersebut didasarkan pada semangat membangun stabilitas kawasan sekaligus menjaga persaudaraan di antara sesama umat Islam.
Selain menyampaikan seruan damai, Ma’ruf Amin juga menawarkan konsep Jembatan Dialog Empat Pilar sebagai kontribusi pemikiran dari Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik. Konsep tersebut meliputi gencatan senjata kemanusiaan, pengaktifan kembali dialog internal umat melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersama para ulama dunia, rekonsiliasi berbasis inklusivitas politik, serta jaminan keamanan jalur logistik internasional di Selat Bab el-Mandeb.
Menurut Ma’ruf Amin, kelancaran jalur logistik internasional memiliki arti penting karena gangguan di kawasan tersebut dapat memengaruhi perdagangan global dan berdampak terhadap masyarakat di berbagai negara.
Ia juga memandang bahwa terciptanya stabilitas di Yaman dan Arab Saudi merupakan bagian yang saling berkaitan dalam menjaga keamanan kawasan. Oleh karena itu, penyusunan peta jalan yang menghormati kedaulatan masing-masing pihak dinilai menjadi salah satu langkah yang perlu didorong melalui proses dialog.
Di akhir pesannya, Ma’ruf Amin menegaskan bahwa perang tidak akan menghadirkan kemenangan yang sesungguhnya, melainkan meninggalkan dampak bagi generasi mendatang. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak membangun kembali jembatan dialog sebagai upaya mewujudkan perdamaian yang bermartabat. (Red)






