Manila, Kantor Berita Jabar – Hubungan diplomatik Indonesia dan Kanada memasuki fase baru yang lebih berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat. Menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027, pemerintah Indonesia dan Kanada sepakat memperkuat kemitraan melalui berbagai program kerja sama yang lebih terarah.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral Menteri Luar Negeri RI Sugiono dengan Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand di sela-sela rangkaian Pertemuan ke-59 ASEAN Foreign Ministers’ Meeting, Post-Ministerial Conferences and Related Meetings (AMM-PMC) di Manila, Filipina.
Bagi kedua negara, hubungan diplomatik tidak hanya diukur dari lamanya kerja sama, tetapi juga dari dampak yang dapat dirasakan masyarakat melalui berbagai kolaborasi di bidang ekonomi maupun sektor strategis lainnya.
Karena itu, Forum Konsultasi Bilateral mendatang akan dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengidentifikasi peluang-peluang kerja sama baru yang saling menguntungkan sekaligus memperkuat implementasi berbagai kesepakatan yang telah dibangun.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan arah hubungan Indonesia dan Kanada ke depan harus menghasilkan manfaat konkret.
“Kami berkomitmen untuk memastikan hubungan bilateral Indonesia dan Kanada tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga berorientasi pada hasil nyata yang memberikan dampak langsung bagi kemakmuran masyarakat kedua negara,” ucap Menlu Sugiono.
Selain memperkuat mekanisme kerja sama, kedua negara juga mendorong percepatan penyelesaian Plan of Action 2026–2029 sebagai pedoman pelaksanaan program bilateral yang lebih sistematis dan produktif.
Kerja sama ekonomi turut menjadi perhatian melalui komitmen meningkatkan perdagangan dan investasi menjelang implementasi Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Kesepakatan tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas sekaligus mempererat hubungan kedua negara dalam menyongsong 75 tahun hubungan diplomatik pada 2027. (Red)






