Bandung, Kantor Berita Jabar – Kelompok Aktivis Anak Bangsa (AKANBA) berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung serta Kantor Wali Kota Bandung pada Selasa, 23 Juni 2026.
Berdasarkan surat pemberitahuan aksi yang ditujukan kepada Kapolrestabes Bandung, aksi tersebut diperkirakan akan diikuti sekitar 100 hingga 300 peserta dengan titik kumpul di kawasan Taman Makam Pahlawan Cikutra.
Koordinator aksi terdiri dari Dena H, Wanda, Rifal, dan Azis. Massa aksi dijadwalkan membawa atribut berupa bendera, spanduk, poster, alat pengeras suara hingga kendaraan komando.
Dalam surat tersebut, AKANBA menyebut aksi dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial terhadap pelaksanaan pembangunan daerah, khususnya terkait proyek penataan Taman Makam Pahlawan Kota Bandung Tahun Anggaran 2025.
Mereka mengaku menemukan sejumlah persoalan berdasarkan hasil pengamatan lapangan. Salah satunya menyangkut tingginya tingkat kematian pohon hasil penanaman kembali pascapenebangan pohon eksisting yang disebut mencapai kisaran 60 hingga 80 persen.
Selain itu, kelompok tersebut juga menyoroti kondisi kawasan menuju Tugu Makam Pahlawan yang dinilai kurang terawat karena dipenuhi tanaman liar dan gulma sehingga dianggap mengurangi estetika kawasan.
Perhatian lain diarahkan pada kondisi guiding block atau jalur pemandu penyandang disabilitas netra yang disebut mengalami kerusakan meskipun usia pekerjaan baru sekitar satu tahun.
AKANBA juga menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap aspek perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan, serta pengawasan proyek yang dikhawatirkan berdampak terhadap kualitas pelayanan publik dan efektivitas penggunaan anggaran daerah.
Melalui aksi tersebut, massa meminta Pemerintah Kota Bandung membuka dokumen perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pemeliharaan proyek secara transparan. Mereka juga mendorong dilakukannya audit teknis terhadap hasil pekerjaan yang dianggap perlu mendapat evaluasi lebih lanjut.
Aksi yang direncanakan berlangsung di dua lokasi itu juga akan diisi dengan teatrikal sebagai bagian dari penyampaian aspirasi kepada pemerintah daerah. (Red)






