Kuala Lumpur, Kantor Berita Jabar – Jarak ribuan kilometer dari tanah air tidak menghalangi warga negara Indonesia di Malaysia untuk merayakan hari kemerdekaan. Sekitar 450 WNI berkumpul di KBRI Kuala Lumpur pada Senin (17/8) untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Peringatan tersebut mempertemukan masyarakat Indonesia dari beragam latar belakang. Mereka terdiri atas unsur KBRI, Dharma Wanita Persatuan, pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas diaspora.
Di tengah suasana peringatan, para peserta mengikuti prosesi upacara dengan tertib. Duta Besar RI untuk Malaysia, Raden Dato’ Iman Hascarya Kusumo, memimpin jalannya upacara sebagai inspektur.
Perhatian peserta tertuju pada 22 pelajar WNI yang mendapat tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera KBRI Kuala Lumpur. Mereka menjadi bagian penting dari prosesi pengibaran Sang Merah Putih pada peringatan kemerdekaan tersebut.
Tugas itu merupakan hasil dari proses persiapan panjang. Para pelajar telah mengikuti latihan intensif dan menjalani karantina selama dua bulan dengan pembinaan dari Atase Pertahanan RI.
Bagi komunitas Indonesia di Malaysia, peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni upacara. KBRI Kuala Lumpur sebelumnya telah menggelar sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat, mulai dari perlombaan olahraga hingga kegiatan rekreatif.
Ada pula senam sehat, fun games, serta lomba video konten kreatif. Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat Indonesia sekaligus membangun suasana kebersamaan menjelang puncak peringatan 17 Agustus.
Agenda kemudian berlanjut dengan pemberian sejumlah penghargaan. Dua home staff menerima tanda kehormatan Satyalancana, sementara Pegawai Setempat terbaik mendapat apresiasi. Penghargaan busana daerah dan hadiah perlombaan juga diberikan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Keterlibatan pelajar dan berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk mempertahankan identitas kebangsaan di luar negeri. Bagi WNI yang tinggal dan beraktivitas di Malaysia, momentum 17 Agustus menjadi kesempatan untuk kembali mempererat hubungan dengan sesama warga Indonesia.
Kemeriahan di KBRI Kuala Lumpur juga memperlihatkan bagaimana semangat persatuan tetap dibangun di tengah kehidupan masyarakat Indonesia di perantauan. Silaturahmi antarkomunitas menjadi bagian dari upaya menjaga rasa kebangsaan sekaligus memperkuat hubungan sosial diaspora Indonesia di Malaysia. (Red)




