Jakarta, Kantor Berita Jabar – Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 tidak hanya berbicara soal sejarah dan persatuan bangsa.
Pemerintah juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi Indonesia, termasuk intoleransi dan ketimpangan sosial.
Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa nilai Pancasila harus tercermin dalam setiap kebijakan publik yang dibuat pemerintah.
Menurutnya, keadilan sosial tidak boleh berhenti sebagai konsep, melainkan harus dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pastikan setiap kebijakan publik lahir berlandaskan keadilan sosial dan memenuhi rasa keadilan masyarakat,” kata Wiyagus.
Ia juga mengingatkan pentingnya melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang berpotensi merusak harmoni kebangsaan.
Bagi pemerintah, menjaga persatuan Indonesia bukan hanya tugas aparat atau lembaga negara, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Wiyagus menegaskan komitmen kebangsaan harus terus diperkuat agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang kuat, damai, dan dihormati dunia. (Red)
https://www.kantorberitajabar.com/brigjen-pol-ibrahim-tompo-sosok-yang-membuat-wartawan-jawa-barat-merasa-dihargai/






