Karangasem, Kantor Berita Jabar – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Bali mulai memanfaatkan berbagai fasilitas pendidikan yang telah siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus persiapan kegiatan belajar mengajar (KBM).
MPLS di sekolah tersebut telah berlangsung sejak 13 Juli 2026 dengan melibatkan 195 peserta didik serta didukung oleh 25 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan sebagian besar sarana dan prasarana utama telah berfungsi dengan baik sehingga dapat menunjang aktivitas belajar siswa.
“Yang masih perlu dibenahi adalah beberapa fasilitas pendukung, seperti genangan di area kamar mandi dan penambahan tempat sampah. Itu sudah saya minta segera diperbaiki. Secara keseluruhan, sarana dan prasarananya sudah baik,” kata Menteri Dody saat mengunjungi SRT 3 Provinsi Bali.
Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 5,67 hektare di Desa Tulamben, Kabupaten Karangasem, itu memiliki berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang, mulai dari gedung SD, SMP, SMA, asrama, rumah susun guru, balai serbaguna, kantin, dapur, tempat ibadah, lapangan olahraga hingga fasilitas utilitas lainnya.
Sejumlah fasilitas yang kini telah dimanfaatkan antara lain gedung SD beserta perlengkapannya, asrama putri SD, balai serbaguna, dan kantin.
Pemerintah masih melakukan penyempurnaan pada beberapa fasilitas pendukung agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan optimal.
Keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses pendidikan yang layak bagi peserta didik melalui penyediaan fasilitas yang lengkap dan modern. (Red)






