Bandung, Kantor Berita Jabar – Pemerintah Kota Bandung tidak hanya fokus pada pemindahan kabel udara ke bawah tanah.
Perhatian juga diarahkan pada layanan-layanan vital yang bergantung pada koneksi digital.
PT Bandung Infra Investama (BII) mengungkapkan koordinasi telah dilakukan dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Disdukcapil, hingga DPMTSP.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan.
Selain instansi pemerintah, sektor perbankan juga masuk dalam daftar prioritas pengawasan.
Direktur Utama BII, Asep Wawan Dharmawan, mengatakan kebutuhan jaringan setiap instansi telah dipetakan sebelum pekerjaan dimulai.
Jika ditemukan kebutuhan perpindahan jaringan, tim akan melakukan pendampingan agar layanan tetap terkoneksi.
“Kami identifikasi kebutuhan masing-masing OPD, termasuk ISP yang digunakan,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kendala di lapangan, tim teknis disiagakan selama 24 jam sepanjang pelaksanaan program.
Pemkot berharap migrasi jaringan ini tidak hanya memperbaiki tata kota, tetapi juga memperkuat keandalan infrastruktur digital yang mendukung pelayanan publik. (Red)






