Bandung, Kantor Berita Jabar – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta jajaran camat dan lurah tidak menutup diri terhadap kritik masyarakat.
Menurut Farhan, pemimpin di tingkat wilayah harus memiliki pola pikir terbuka dan mampu memahami persoalan warga secara langsung.
Pesan itu disampaikan dalam Pelatihan bagi Camat dan Lurah Pemerintah Kota Bandung di Hotel Novotel Bandung, Selasa (26/05/2026).
Farhan menilai kepemimpinan bukan hanya soal jabatan atau kemampuan berbicara, tetapi keberanian mengeksekusi keputusan dan menghadirkan solusi nyata.
“Leader melakukan hal yang benar, manajer melakukan dengan cara yang benar. Jadi kita harus menjadi keduanya,” ujarnya.
Ia mengatakan seorang pemimpin harus bisa hadir di semua lapisan masyarakat, baik di kawasan padat penduduk maupun lingkungan masyarakat kelas menengah atas.
Menurut dia, seluruh persoalan warga harus dipandang sebagai tanggung jawab pemerintah.
Farhan juga mengingatkan pentingnya budaya pelayanan publik yang terus berjalan tanpa bergantung pada figur tertentu.
Karena itu, aparatur wilayah diminta membangun sistem kerja yang kuat dan berkelanjutan.
Selain menyoroti kepemimpinan, Farhan ikut mengingatkan ASN agar menjaga integritas dan profesionalisme dalam pelayanan publik.
“Jadilah pemimpin yang terlihat di lapangan, bukan hanya hadir dalam laporan,” tuturnya. (Red)







