Jendela Informasi Jawa Barat
Beranda
KIRI-1 - Kantor Berita Jabar
KANAN-1 - Kantor Berita Jabar

Longsor Tutup Jalan Lembah Anai, Kementerian PU Pulihkan Akses dalam Hitungan Jam

Tanah Datar, Kantor Berita Jabar – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani tanah longsor yang menutup akses Jalan Nasional Lembah Anai di Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Penanganan darurat dilakukan segera setelah kejadian hingga akses jalan yang menghubungkan Padang dan Bukittinggi kembali dapat dilalui dua arah hanya dalam hitungan jam.

Longsor terjadi di ruas Batas Kota Padang Panjang–Sicincin (N.040) KM 66+700 pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB. Material batuan dari lereng atas yang diguyur hujan deras menutup badan jalan sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas masyarakat yang melintas di jalur nasional tersebut.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya Kementerian PU menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan bencana di berbagai daerah.

“Kementerian PU mengerahkan personel dan peralatan agar dampak bencana terhadap masyarakat dapat diminimalkan. Prioritas utama adalah memulihkan akses masyarakat, memperbaiki tanggul yang jebol, dan memastikan aliran sungai kembali lancar sehingga risiko banjir susulan dapat ditekan,” kata Menteri Dody.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat segera mengerahkan personel dan alat berat ke lokasi. Penanganan difokuskan pada pembersihan material longsor berupa batuan yang menutup badan jalan dan saluran drainase, sekaligus melakukan pengaturan lalu lintas agar proses evakuasi berjalan aman.

Pekerjaan tanggap darurat dilakukan secara intensif sepanjang malam hingga dini hari. Upaya tersebut berhasil diselesaikan pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 03.15 WIB sehingga akses Jalan Nasional Lembah Anai kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dari kedua arah.

Pulihnya akses jalan dalam waktu singkat memastikan aktivitas masyarakat maupun distribusi barang kembali berjalan normal. Kecepatan penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga konektivitas nasional, terutama pada jalur strategis yang menghubungkan sejumlah wilayah di Sumatera Barat.

Selain memulihkan akses transportasi, langkah cepat tersebut juga bertujuan meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat. Penanganan segera di lokasi diharapkan dapat mengurangi potensi gangguan lanjutan, termasuk risiko banjir susulan akibat terganggunya aliran air di sekitar area longsor.

Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana melalui kesiapsiagaan personel, peralatan, dan koordinasi lintas instansi. Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan PU608 dalam mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latar kantor berita jabar (bg-kbj)