Bekasi, Kantor Berita Jabar – Transformasi layanan jalan tol tidak hanya ditopang oleh teknologi, tetapi juga membutuhkan perubahan budaya organisasi dan strategi bisnis yang berorientasi kepada pelanggan. Pesan tersebut mengemuka dalam Expert Sharing Session yang diselenggarakan PT Jasa Marga (Persero) Tbk di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni akademisi Prof. Mohammed Ali Berawi serta praktisi bisnis sekaligus akademisi Prof. Rhenald Kasali.
Dalam paparannya, Prof. Mohammed Ali Berawi menjelaskan pembangunan ekosistem mobilitas cerdas harus bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu hardware, software, dan brainware yang saling terintegrasi.
Menurutnya, strategi bisnis harus mampu menjawab kebutuhan pelanggan sekaligus memperhatikan keberlanjutan pembangunan sebagai investasi bagi generasi mendatang.
Ia menilai Jasa Marga telah memiliki fondasi yang kuat melalui keberadaan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) dan aplikasi Travoy yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Sementara itu, Prof. Rhenald Kasali menyoroti pentingnya pengalaman pelanggan di era digital. Ia berbagi pengalaman ketika mendapat bantuan cepat dari petugas Jasa Marga saat mengalami ban pecah di ruas Tol Jakarta–Cikampek.
Menurut Rhenald, perilaku konsumen saat ini semakin dipengaruhi algoritma digital sehingga perusahaan harus mampu menghadirkan layanan yang cepat, adaptif, dan memberikan pengalaman positif.
Melalui kegiatan tersebut, Jasa Marga berharap kolaborasi antara dunia akademik, praktisi, dan perusahaan dapat mempercepat transformasi layanan jalan tol yang semakin modern serta berorientasi kepada kebutuhan masyarakat. (Red)






