Jendela Informasi Jawa Barat
Beranda
KIRI-1 - Kantor Berita Jabar
KANAN-1 - Kantor Berita Jabar

Taiwan Makin Strategis bagi Ekspor Indonesia, KDEI Perkuat Business Matching Usai Food Taipei 2026

Taipei, Kantor Berita Jabar – Keberhasilan Paviliun Indonesia pada ajang Food Taipei Mega Show 2026 tidak hanya menghasilkan potensi transaksi miliaran rupiah, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi peningkatan ekspor nasional ke Taiwan dan kawasan Asia Timur.

 

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei menilai Taiwan memiliki posisi strategis sebagai pasar potensial sekaligus pintu masuk bagi produk Indonesia untuk menjangkau pasar regional.

 

Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam pameran internasional tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah memperluas akses pasar ekspor melalui promosi dan pertemuan bisnis dengan para calon pembeli.

 

“Taiwan merupakan pasar yang strategis bagi Indonesia. Dengan jumlah penduduk sekitar 23 juta jiwa dan daya beli masyarakat tinggi, Taiwan menjadi tujuan ekspor potensial, sekaligus pintu masuk bagi produk Indonesia untuk memperluas penetrasi ke kawasan Asia Timur,” kata Arif.

 

Selama penyelenggaraan Food Taipei Mega Show 2026, Paviliun Indonesia menghadirkan lebih dari 20 pelaku usaha dengan beragam produk unggulan. Berbagai kegiatan business matching juga digelar untuk mempertemukan eksportir Indonesia dengan importir, distributor, retailer, hingga calon mitra bisnis dari Taiwan maupun negara lain.

 

Arif menyebut sejumlah produk yang paling banyak menarik perhatian pembeli antara lain sarang burung walet, hasil boga bahari (seafood), makanan ringan sehat, saus dan bumbu premium, rempah-rempah, mi instan sehat, serta gula kelapa sagu.

 

Sebagai tindak lanjut, KDEI Taipei akan terus memperkuat promosi perdagangan melalui pelaksanaan business matching, misi dagang, serta pengembangan kemitraan strategis bersama berbagai pemangku kepentingan di Taiwan.

 

“Upaya tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang semakin luas bagi pelaku usaha Indonesia, meningkatkan nilai ekspor nasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok produk pangan berkualitas di pasar global,” tambah Arif.

 

Optimisme juga disampaikan Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan UKM GAPMMI, Irwan S. Widjaja. Menurutnya, para buyer di Taiwan tidak hanya mencari informasi produk, tetapi juga menunjukkan keseriusan menjalin kerja sama bisnis jangka panjang dengan pelaku usaha Indonesia.

 

Hal senada diungkapkan pemilik Novio Indonesia, Nunik, yang mengaku antusiasme calon pembeli di Taiwan melampaui ekspektasi. Menurutnya, Taiwan tidak hanya menjadi pasar yang menjanjikan, tetapi juga dapat berperan sebagai hub untuk memperluas jaringan bisnis ke pasar internasional.

 

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan, selama Januari–April 2026 nilai perdagangan Indonesia dengan Taiwan mencapai USD 3,10 miliar, terdiri atas ekspor Indonesia sebesar USD 1,59 miliar dan impor USD 1,51 miliar, sehingga Indonesia membukukan surplus USD 80 juta. Sementara sepanjang 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD 9,95 miliar dengan surplus Indonesia sebesar USD 1,13 miliar. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latar kantor berita jabar (bg-kbj)