Bandung, Kantor Berita Jabar – Jumlah penduduk Jawa Barat terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui SUPAS 2025, total populasi provinsi ini mencapai 50,94 juta jiwa.
Dalam lima tahun terakhir, laju pertumbuhan penduduk Jawa Barat tercatat sekitar 1,12 persen per tahun.
Namun di balik pertumbuhan tersebut, terdapat dinamika mobilitas penduduk yang menarik. Kota Bandung tercatat mengalami migrasi neto negatif sebesar -3,62 persen. Artinya, jumlah penduduk yang keluar dari Kota Bandung lebih besar dibandingkan dengan yang masuk dalam lima tahun terakhir.
Sebaliknya, sejumlah wilayah lain di Jawa Barat justru menjadi tujuan migrasi, terutama kawasan penyangga perkotaan seperti Depok, Bekasi, dan Cimahi.
BPS menilai, fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran distribusi penduduk dan pusat aktivitas ekonomi di wilayah Jawa Barat.
Di sisi lain, rasio ketergantungan Jawa Barat tercatat sebesar 43,38 persen. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 43–44 penduduk usia nonproduktif.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun Jawa Barat masih berada dalam fase bonus demografi, tekanan terhadap kelompok usia produktif mulai meningkat.
Perubahan ini menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan, terutama dalam pemerataan wilayah, penyediaan lapangan kerja, serta layanan publik.








