Bandung, Kantor Berita Jabar – Jawa Barat mulai menunjukkan tanda-tanda memasuki fase penuaan penduduk. Hal ini terlihat dari hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Dalam laporan tersebut, Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) Jawa Barat tercatat sebesar 2,05, atau berada di bawah ambang batas replacement level (2,10). Kondisi ini menunjukkan rata-rata perempuan melahirkan sekitar dua anak selama masa reproduksi.
Selain itu, persentase penduduk lanjut usia (lansia) juga meningkat menjadi 11,51 persen pada 2025. Angka ini telah melewati ambang batas yang menandakan suatu wilayah memasuki fase ageing population.
BPS mencatat, perubahan ini mencerminkan pergeseran struktur demografi, di mana proporsi penduduk usia muda cenderung menurun, sementara kelompok usia lanjut meningkat.
Secara umum, kondisi ini berpotensi memengaruhi berbagai aspek, mulai dari kebutuhan layanan kesehatan, sistem perlindungan sosial, hingga ketersediaan tenaga kerja di masa depan.
Meski demikian, Jawa Barat masih berada dalam fase bonus demografi, dengan proporsi penduduk usia produktif mencapai sekitar 69,75 persen. Kondisi ini dinilai masih menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jika dimanfaatkan secara optimal.
Selain itu, indikator kesehatan juga menunjukkan perbaikan. Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate/IMR) tercatat menurun menjadi 12,84 per 1.000 kelahiran hidup pada 2025.
Baca juga: Penduduk Jabar Tembus 50 Juta, Bandung Alami Migrasi Keluar








