Jakarta, Kantor Berita Jabar – Teknologi pemantauan lalu lintas milik PT Jasa Marga mulai memainkan peran besar dalam pengaturan arus kendaraan saat musim mudik dan libur panjang nasional.
Keberhasilan itu mendapat perhatian dari Polri. Jasa Marga resmi menerima penghargaan Kapolri atas kontribusinya dalam mendukung kelancaran Operasi Nataru 2025/2026 dan Operasi Ketupat 2026.
Penghargaan diberikan dalam Rakernis Fungsi Lalu Lintas 2026 di STIK-PTIK Jakarta dan diterima langsung Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono.
Di balik penghargaan tersebut, Jasa Marga mengandalkan sistem digital terintegrasi melalui aplikasi Travoy serta Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC). Teknologi itu digunakan untuk memantau kondisi jalan tol secara real time hingga mendukung keputusan rekayasa lalu lintas lebih cepat.
“Implementasi sistem digital terintegrasi yang diterapkan Jasa Marga melalui Aplikasi Travoy dan Jasamarga Tollroad Command Center atau JMTC selama periode Nataru dan Lebaran terbukti efektif dalam membantu mempermudah pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas secara cepat dan tepat, memantau kondisi rute secara real-time, serta mempercepat penyebaran informasi kepada pengguna jalan,” ujar Rivan.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menilai digitalisasi menjadi kunci penting dalam pengelolaan lalu lintas nasional ke depan. Karena itu, Rakernis tahun ini difokuskan pada penguatan koordinasi dan pelayanan berbasis data.
“Kami berharap Rakernis Fungsi Lalu Lintas ini menjadi forum strategis untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, mengevaluasi pelaksanaan tugas, sekaligus merumuskan langkah-langkah kebijakan yang lebih terukur berbasis data dan berorientasi pada pelayanan publik,” kata Agus.
Selain membahas strategi pengelolaan arus kendaraan, kegiatan tersebut juga meluncurkan layanan SIM Digital dan ETLE Drone.
Jasa Marga menegaskan transformasi teknologi transportasi akan terus diperluas untuk mendukung sistem mobilitas nasional yang lebih modern, aman, dan adaptif menghadapi lonjakan perjalanan masyarakat. (Red)







