Jendela Informasi Jawa Barat
Beranda
KIRI-1 - Kantor Berita Jabar
KANAN-1 - Kantor Berita Jabar

Ratusan Massa Siap Geruduk Tirta Raharja, Dugaan Pengondisian Tender hingga Fee Gelap Proyek SPAM Disorot

Bandung, Kantor Berita Jabar – Ratusan massa yang tergabung dalam Aktivis Anak Bangsa (AKANBA) dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung, Kamis (25/6/2026). Aksi tersebut digelar untuk menyuarakan sejumlah dugaan kejanggalan dalam pelaksanaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wilayah Timur dan Jaringan Distribusi Utama (JDU) Tahun 2026.

Berdasarkan surat pemberitahuan aksi yang telah disampaikan kepada pihak kepolisian, massa diperkirakan berjumlah antara 100 hingga 300 orang. Mereka akan berkumpul di kawasan Taman Makam Pahlawan Cikutra sebelum bergerak menuju Kantor Perumda Air Minum Tirta Raharja.

AKANBA menyebut aksi tersebut sebagai bentuk kontrol sosial terhadap penggunaan anggaran publik dan pelaksanaan proyek strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Dalam aksinya, massa akan membawa berbagai atribut organisasi, spanduk, poster, pengeras suara, hingga mobil komando. Mereka juga menyiapkan aksi teatrikal bertema dugaan korupsi sebagai bentuk penyampaian aspirasi.

Koordinator aksi Dena H, Wanda, Rifal, dan Azis menyoroti sejumlah persoalan yang mereka nilai perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum maupun instansi pengawas.

Salah satu isu utama yang akan disuarakan adalah dugaan pengondisian pemenang lelang dalam proyek SPAM Wilayah Timur dan JDU. Menurut mereka, proses tender yang hanya diikuti dua peserta menimbulkan pertanyaan mengenai tingkat kompetisi dan transparansi dalam proses pengadaan.

Selain itu, massa aksi juga menyoroti dugaan praktik pinjam bendera dan ketidaksesuaian administrasi perusahaan pelaksana proyek. Mereka mempertanyakan legalitas, kualifikasi, serta struktur pengendali perusahaan yang memenangkan pekerjaan tersebut.

Tak hanya itu, AKANBA juga mengangkat dugaan adanya praktik pemberian fee atau keuntungan tertentu dalam proses pengadaan material pipa yang digunakan dalam proyek. Dugaan tersebut dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut guna memastikan seluruh proses pengadaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Di lapangan, massa juga menyoroti pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang diduga tidak memenuhi standar teknis. Beberapa temuan yang akan menjadi sorotan antara lain dugaan tidak digunakannya lapisan pelindung pipa sesuai standar konstruksi, kerusakan jalan dan trotoar akibat pekerjaan galian, hingga munculnya genangan air dan kondisi jalan yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat.

Aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian dalam aksi tersebut. AKANBA menilai masih terdapat indikasi minimnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), termasuk kurangnya pengamanan di area pekerjaan dan penempatan material proyek yang dianggap berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Melalui aksi ini, massa mendesak dilakukannya audit investigatif terhadap proses lelang proyek SPAM Wilayah Timur dan JDU Tahun 2026. Mereka juga meminta audit menyeluruh terhadap kebijakan Direksi Perumda Air Minum Tirta Raharja, manajemen Perumda, serta kebijakan Bupati Kabupaten Bandung yang berkaitan dengan perencanaan, penganggaran, pengadaan, pengawasan, dan pelaksanaan proyek tersebut.

Menurut AKANBA, audit perlu dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Audit juga dinilai perlu menyasar aspek pengambilan keputusan dan kebijakan strategis yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek.

Selain itu, mereka menuntut evaluasi terhadap kontraktor pelaksana, percepatan perbaikan fasilitas umum yang terdampak pekerjaan proyek, serta keterbukaan informasi kepada publik mengenai seluruh aspek pelaksanaan proyek, mulai dari proses tender hingga pekerjaan di lapangan.

AKANBA menegaskan bahwa aksi unjuk rasa ini merupakan langkah awal untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait. Massa aksi menyatakan apabila aspirasi dan tuntutan yang disampaikan tidak mendapat respons maupun tindak lanjut yang jelas, mereka akan segera melayangkan pengaduan resmi kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat guna meminta pendalaman terhadap seluruh dugaan yang menjadi sorotan dalam proyek tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Perumda Air Minum Tirta Raharja maupun pihak perusahaan yang disebut dalam materi aksi. Oleh karena itu, seluruh poin yang disampaikan massa aksi masih berupa dugaan dan memerlukan klarifikasi serta pembuktian dari pihak-pihak terkait. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latar kantor berita jabar (bg-kbj)