Jakarta, Kantor Berita Jabar – Perayaan Hari Bahasa Rusia 2026 di Jakarta tidak hanya menjadi momentum penghormatan terhadap bahasa dan sastra Rusia, tetapi juga menjadi ruang dialog budaya yang mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Federasi Rusia.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Russian House in Indonesia menghadirkan berbagai agenda budaya, pendidikan, dan seni yang melibatkan peserta kursus, alumni, pengajar, serta tamu undangan.
Rangkaian acara diawali dengan penyerahan sertifikat kepada peserta yang telah menyelesaikan program pembelajaran bahasa Rusia.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Rusia kepada masyarakat Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Tolchenov, menegaskan pentingnya penguatan kerja sama pendidikan dan budaya antara kedua negara.
Peringatan Hari Bahasa Rusia secara global dipusatkan pada penghormatan terhadap Alexander Pushkin yang lahir pada 6 Juni dan dikenal luas sebagai tokoh penting dalam perkembangan sastra Rusia modern.
Direktur Russian House in Indonesia, Nikita Shilikov, mengatakan antusiasme masyarakat Indonesia terhadap bahasa Rusia terus mengalami peningkatan.
“Sangat menggembirakan melihat semakin banyak wajah baru dalam program bahasa Rusia kami. Ada calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Rusia, para profesional yang ingin memperluas peluang internasional mereka, hingga mereka yang mempelajari bahasa Rusia karena kecintaan terhadap budaya Rusia. Keberagaman inilah yang menunjukkan bahwa minat terhadap bahasa Rusia di Indonesia terus berkembang,” katanya.
Sejalan dengan meningkatnya minat tersebut, Russian House in Indonesia kembali membuka program kursus bahasa Rusia bagi masyarakat umum.
Program tersedia dalam format daring maupun tatap muka dan akan berlangsung pada periode 22 Juni hingga 12 September 2026 dengan total 48 jam pembelajaran.
Kelas tersedia mulai dari Tingkat 1 hingga Tingkat 4.3 dan diajar oleh penutur asli Rusia serta pengajar lokal yang berpengalaman.
Penyelenggara berharap program tersebut dapat memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap bahasa Rusia sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara melalui pendidikan dan pertukaran budaya. (Red)




