Belu, Kantor Berita Jabar – Pelatihan Pengolahan Pangan Berbasis Kelor yang digelar TP PKK di Kabupaten Belu tidak hanya berfokus pada pengembangan produk pangan lokal, tetapi juga memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dalam keluarga.
Staf Ahli TP PKK Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Yane Ardian Bima Arya menegaskan bahwa kelor memiliki banyak manfaat kesehatan. Namun demikian, masyarakat tidak boleh menganggapnya sebagai satu-satunya sumber nutrisi.
Menurutnya, kebutuhan gizi keluarga tetap harus dipenuhi melalui pola makan yang beragam dan seimbang.
Meski demikian, Yane mengingatkan bahwa kelor bukan satu-satunya sumber gizi. Konsumsinya tetap perlu diimbangi dengan protein hewani seperti ikan, telur, dan susu.
Protein hewani dinilai penting karena mengandung asam amino esensial, zat besi, seng, serta vitamin B12 yang berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Kita tidak hanya belajar mengenai budidaya dan pengolahan kelor menjadi produk yang bernilai tambah, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang bagi keluarga,” tambahnya.
Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung Gerakan Keluarga Cerdas Gizi yang terus dikampanyekan TP PKK.
Melalui program tersebut, keluarga didorong untuk lebih memahami pentingnya pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. (Red)






