Bandung, Kantor Berita Jabar – Aktivis Anak Bangsa mengecam rencana proyek pembangunan “Konstruksi Rangka Atap Lapangan Tenis Rancabentang–Rumah Dinas” milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan nilai pagu mencapai Rp2.256.641.584 dalam APBD Tahun Anggaran 2026.
Kelompok tersebut menilai proyek yang berada di bawah Satuan Kerja Biro Umum Pemprov Jabar itu tidak mencerminkan kepekaan sosial pemerintah di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai kesulitan.
Dalam pernyataan sikap yang diterima Kantor Berita Jabar, Aktivis Anak Bangsa menyebut pembangunan atap fasilitas olahraga di kawasan rumah dinas dianggap sebagai bentuk prioritas anggaran yang keliru dan tidak berpihak pada kebutuhan masyarakat luas.
Mereka menyoroti masih banyak persoalan mendasar di Jawa Barat, mulai dari kemiskinan, kebutuhan pendidikan, layanan kesehatan hingga infrastruktur publik yang dinilai lebih membutuhkan perhatian anggaran pemerintah.
“Proyek ini menunjukkan hilangnya sense of crisis dan rendahnya sensitivitas sosial para pengambil kebijakan,” tulis Aktivis Anak Bangsa dalam pernyataannya.
Selain mempertanyakan urgensi proyek, mereka juga menilai klaim bahwa proyek tersebut memenuhi aspek sosial dalam konsep Pengadaan Berkelanjutan atau Sustainable Public Procurement (SPP) belum memiliki penjelasan memadai terkait manfaat langsung bagi masyarakat.
Aktivis Anak Bangsa juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka secara transparan rincian perencanaan proyek, spesifikasi pekerjaan hingga analisis kebutuhan dan harga satuan bahan maupun jasa kepada publik.
Menurut mereka, transparansi anggaran penting dilakukan agar tidak muncul dugaan pemborosan maupun potensi penggelembungan anggaran dalam penggunaan APBD Tahun 2026. (Red)






