Bandung, Kantor Berita Jabar – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung tingkat SMA di Jawa Barat tahun 2026 memunculkan gelombang protes dari kalangan orang tua calon murid.
Ratusan orang tua mendatangi kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk meminta kejelasan terkait sejumlah persoalan yang muncul selama proses seleksi berlangsung.
Mereka menilai informasi yang diberikan panitia masih minim, terutama terkait mekanisme lanjutan dan hasil seleksi yang diumumkan kepada peserta.
Berdasarkan aspirasi yang berkembang di lapangan, terdapat sedikitnya lima persoalan utama yang menjadi sumber keberatan masyarakat.
Persoalan pertama berkaitan dengan transparansi nilai, khususnya pada jalur prestasi non-akademik. Sejumlah orang tua mempertanyakan adanya perubahan skor yang muncul setelah proses verifikasi dinyatakan selesai.
Keluhan berikutnya menyangkut jadwal pengumuman yang dinilai membingungkan. Hasil seleksi Sekolah Maung diumumkan bertepatan dengan batas akhir Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) jalur reguler.
Situasi tersebut membuat sebagian orang tua kesulitan menentukan pilihan sekolah alternatif karena harus menunggu hasil seleksi terlebih dahulu.
Selain itu, kendala teknis pada sistem pendaftaran juga menjadi perhatian. Selama proses pengumuman dan pemetaan berlangsung, sejumlah pengguna mengaku mengalami gangguan akses hingga akun terkunci.
Di tengah berbagai persoalan tersebut, muncul pula kekhawatiran masyarakat terkait isu adanya praktik titip-menitip calon siswa.
Meski belum terdapat bukti resmi yang menguatkan dugaan tersebut, rumor yang beredar telah memicu keresahan di kalangan orang tua peserta.
Akumulasi berbagai persoalan tersebut akhirnya bermuara pada aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan masyarakat ke kantor Disdik Jabar.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai berbagai persoalan yang mereka sampaikan. (Red)




