Bandung, Kantor Berita Jabar – Risiko kebakaran yang meningkat saat musim kemarau menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandung. Kondisi tersebut mendorong penguatan kapasitas Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) melalui Bimbingan Teknis Tahun 2026 yang digelar di lingkungan Pussenkav TNI AD.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan tantangan yang dihadapi Kota Bandung saat ini semakin kompleks, terutama dengan adanya prediksi musim kemarau yang lebih ekstrem akibat fenomena El Nino.
Menurutnya, kepadatan penduduk dan tingginya aktivitas masyarakat di Kota Bandung membuat risiko kebakaran perlu diantisipasi secara serius.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 2,6 juta jiwa serta tingginya mobilitas wisatawan dan pendatang, kawasan permukiman padat menjadi salah satu titik yang memerlukan perhatian khusus.
“Satu percikan api saja bisa merambat dengan mudah ke mana-mana. Karena itu kita harus siap menghadapi berbagai kemungkinan termasuk kondisi ketika sumber air sulit ditemukan saat terjadi kebakaran,” ujarnya.
Farhan mengungkapkan, pengalaman selama bertugas sebagai anggota DPR RI hingga menjadi Wali Kota Bandung membuatnya menyaksikan berbagai peristiwa kebakaran yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian besar.
Pengalaman tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk terus memperkuat budaya pencegahan di tengah masyarakat.
“Saya menitipkan pesan kepada para relawan. Cegah rasa sedih itu. Hentikan semua risiko yang dapat membuat kita terpukul karena hilangnya saudara-saudara kita,” katanya.
Menurut Farhan, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat melalui peran aktif relawan.
Karena itu, pelatihan Redkar dinilai penting untuk memperkuat kemampuan deteksi dini, penanganan awal kebakaran, hingga edukasi kepada warga.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat pengabdian menjadi modal utama para relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Pemkot Bandung berharap penguatan kapasitas Redkar dapat menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko yang lebih komprehensif dalam menghadapi musim kemarau dan berbagai potensi bencana lainnya. (Red)






