Jakarta, Kantor Berita Jabar – Pemerintah Indonesia mengingatkan masyarakat untuk mempertimbangkan faktor keselamatan dan keamanan sebelum bergabung dalam misi kemanusiaan ke wilayah konflik.
Peringatan itu disampaikan menyusul kepulangan relawan Indonesia peserta Global Sumud Land Convoy (GSLC) yang sempat tertahan di Libya saat menjalankan misi bantuan kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.
Kementerian Luar Negeri RI menyebut jalur perjalanan relawan dunia menuju Gaza memiliki risiko keamanan yang sangat tinggi.
Karena itu, pemerintah meminta masyarakat lebih berhati-hati apabila ingin terlibat langsung sebagai relawan di kawasan konflik internasional.
“Pelindungan WNI merupakan prioritas utama,” demikian pernyataan Direktorat Pelindungan WNI Kemlu RI, Jumat (29/5/2026).
Pemerintah juga menyarankan masyarakat menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui lembaga resmi yang memiliki akreditasi dan jaringan di wilayah tujuan.
Dalam kasus GSLC, rombongan relawan internasional gagal melanjutkan perjalanan setelah tidak memperoleh izin melintas di wilayah Sirte, Libya.
KBRI Tripoli kemudian mengevakuasi tujuh relawan Indonesia dan memberikan pendampingan selama proses pemulangan berlangsung.
Sebanyak enam relawan telah tiba di Jakarta pada Jumat sore, sedangkan satu relawan lainnya masih berada di Istanbul.
Kemlu memastikan koordinasi dan pemantauan terhadap relawan Indonesia telah dilakukan sejak awal keberangkatan hingga proses kepulangan ke Tanah Air selesai. (Red)





