Jayapura, Kantor Berita Jabar – Pembangunan Papua menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) yang digelar di Jayapura.
Para peserta forum menilai pendekatan pembangunan selama ini perlu diperkuat dengan perspektif yang lebih dekat dengan realitas sosial masyarakat Papua.
Ketua APS sekaligus akademisi Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih, Laus Rumayom, mengatakan kearifan lokal atau etnosains harus menjadi fondasi dalam pembangunan Papua.
Menurutnya, pendekatan yang hanya bertumpu pada aspek keamanan maupun teknokrasi tidak cukup menjawab tantangan yang ada.
APS melihat pengalaman Dedi Mulyadi dalam menjaga eksistensi budaya di Jawa Barat sebagai salah satu contoh yang dapat dipelajari.
“Konsistensi menjaga kebudayaan menjadi salah satu pendekatan yang relevan,” kata Laus.
Forum tersebut menilai percepatan pembangunan di enam provinsi dan tujuh wilayah adat Papua perlu dilakukan tanpa mengabaikan identitas masyarakat setempat.
Karena itu, etnosains dipandang sebagai aset pembangunan yang harus diberi ruang lebih besar dalam perumusan kebijakan. (Red)






