Bandung, Kantor Berita Jabar – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengakui bahwa sejumlah proyek pembangunan di Kota Bandung baru mulai dikerjakan menjelang akhir tahun. Aktivitas seperti galian jalan, perbaikan trotoar, dan proyek drainase yang berlangsung di tengah musim hujan sempat menimbulkan keluhan dari warga. Farhan menjelaskan, keterlambatan ini terjadi akibat proses administrasi keuangan daerah yang cukup panjang, di mana APBD Perubahan baru diberlakukan pada Agustus dan harus melalui validasi pemerintah provinsi serta Kementerian Dalam Negeri.
Farhan menyebutkan, proses pencairan anggaran baru selesai pada Oktober, sehingga pelaksanaan proyek terpaksa dimulai ketika musim hujan sudah tiba. Ia memahami keresahan warga atas banyaknya galian dan perbaikan jalan di berbagai titik. Namun, Pemkot Bandung tetap berupaya menyelesaikan seluruh pekerjaan sebelum 15 Desember 2025 agar tidak mengganggu mobilitas warga menjelang libur Natal dan Tahun Baru.
Beberapa proyek yang tengah dikebut antara lain penataan trotoar di kawasan Cicadas, dari ruas Santo Yusuf hingga Cicaheum, serta di Jalan Gatot Subroto. Selain itu, ada pula perbaikan drainase di hampir seluruh jalan utama. Farhan menyoroti kondisi di Jalan Laswi yang sempat rusak akibat hujan deras sebelum lapisan aspal dan drainase mengering. Pemerintah pun berencana segera melakukan perbaikan agar tidak menimbulkan genangan air kembali.
Selain mengandalkan dana dari APBD Kota Bandung, Pemkot juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperoleh dukungan pendanaan tambahan, terutama dalam proyek perbaikan drainase di kawasan permukiman rawan banjir. Farhan menegaskan, ke depan pola pembangunan yang menumpuk di akhir tahun harus diubah agar pelaksanaan proyek lebih merata dan manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.










