Jakarta, Kantor Berita Jabar – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) optimistis pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dapat selesai tepat waktu menjelang Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Hingga 4 Juni 2026, rata-rata progres pembangunan pada 93 lokasi Sekolah Rakyat telah mencapai 71,13 persen. Sebanyak 12 lokasi bahkan telah masuk kategori zona hijau dengan progres di atas 80 persen.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan percepatan pembangunan dilakukan melalui pengawasan harian dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak.
“Kita memang bekerja dalam waktu yang sangat pendek. Idealnya mungkin sembilan bulan, tetapi kondisi yang ada mengharuskan kita bergerak lebih cepat,” ujar Dody.
Menurutnya, pemerintah terus membantu penyedia jasa konstruksi apabila menghadapi kendala di lapangan, baik terkait pendanaan maupun faktor teknis lainnya.
Kementerian PU juga mengoptimalkan tenaga kerja yang kini mencapai sekitar 78.113 orang. Di sejumlah lokasi tertentu, percepatan pembangunan turut didukung personel TNI.
Meski dikejar waktu, Dody memastikan seluruh pekerjaan tetap mengacu pada standar keselamatan konstruksi dan kualitas bangunan yang telah ditetapkan.
“Yang kita bangun bukan sekadar gedung sekolah, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan generasi Indonesia,” katanya.
Saat ini lima lokasi dengan progres tertinggi berada di Kota Semarang, Kabupaten Sragen, Kota Bengkulu, Kota Medan dan Kabupaten Sidenreng Rappang.
Dengan sisa waktu sekitar dua pekan menuju target 20 Juni 2026, pemerintah terus memfokuskan perhatian pada lokasi yang progresnya masih berada di bawah rata-rata nasional.
Kementerian PU meyakini pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II akan menjadi salah satu tonggak penting dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat di berbagai daerah. (Red)






