Medan, Kantor Berita Jabar – Operasi penertiban kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) di Ruas Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa tidak hanya berfokus pada penegakan aturan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi para pengemudi angkutan barang mengenai pentingnya keselamatan berkendara.
Kegiatan yang digelar Representative Office 1 Jasamarga Nusantara Tollroad (RO1JNT) bersama kepolisian dan sejumlah instansi terkait tersebut menyasar kendaraan angkutan barang yang melintas melalui Gerbang Tol Belawan.
Selain dilakukan penimbangan menggunakan alat timbang portabel, para pengemudi diberikan pemahaman mengenai dampak negatif kendaraan bermuatan berlebih terhadap keselamatan lalu lintas maupun kondisi infrastruktur jalan.
Kendaraan yang terbukti membawa muatan melebihi ketentuan dikenakan tilang teguran dan dipasangi stiker sebagai penanda untuk memudahkan pengawasan petugas.
Senior Manager RO1JNT, Aulia Rahman menegaskan keselamatan di jalan tol merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan dimensi dan muatan kendaraan menjadi faktor penting dalam menciptakan perjalanan yang aman bagi seluruh masyarakat.
Ia berharap operasi penertiban yang dilakukan secara berkala dapat meningkatkan kesadaran para pengusaha angkutan maupun pengemudi agar tidak lagi mengoperasikan kendaraan dengan muatan berlebih.
Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan memastikan kondisi kendaraan selalu prima, mencukupi saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol, serta memanfaatkan aplikasi Travoy dan layanan Call Center 133 untuk memperoleh informasi lalu lintas terkini.
Melalui pendekatan edukasi yang dibarengi pengawasan secara konsisten, Jasa Marga berharap budaya tertib berlalu lintas semakin tumbuh sehingga keselamatan pengguna jalan tol dapat terus terjaga. (Red)






