KBJ, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut keuangan syariah memiliki potensi besar menjadi jangkar stabilitas ekonomi dunia. Potensi itu bisa diwujudkan melalui inovasi instrumen likuiditas, digitalisasi keuangan, serta kolaborasi lintas negara.
Dalam Joint High Level Seminar & Investor Forum bertema “Enhancing Resilience and Innovation in Liquidity Management for Islamic Financial Services Industry” di Jakarta (3/10), Perry menekankan pentingnya nilai etika dan kemaslahatan dalam mengembangkan industri keuangan syariah agar lebih tangguh dan berkelanjutan.
Perry juga menyoroti kemajuan ekosistem keuangan syariah di Indonesia, di mana 94 persen bank syariah kini aktif di pasar uang antarbank. Menurutnya, tren positif ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi dan kolaborasi global dalam pengembangan industri keuangan syariah dunia.










