Jendela Informasi Jawa Barat
Beranda
KIRI-1 - Kantor Berita Jabar
KANAN-1 - Kantor Berita Jabar

Magnet Tanah Jarang Jadi Rebutan, Rusia dan India Perkuat Aliansi Teknologi

????????????????????????????????????

Moskow, Kantor Berita Jabar – Persaingan global di sektor mineral kritis makin memanas. Rusia dan India kini mulai memperkuat kerja sama teknologi pengembangan magnet tanah jarang yang dibutuhkan industri elektronik hingga energi modern.

Kerja sama itu diumumkan dalam Kongres Internasional Redmet-2026 melalui nota kesepahaman antara Giredmet JSC dan Yayasan TEXMiN India di IIT-ISM.

Banner Pegadaian

Fokus utama kolaborasi berada pada pengembangan magnet permanen NdFeB atau neodymium-besi-boron, termasuk penguatan siklus metalurgi dan peningkatan skala teknologi menuju tahap industri.

Selain produksi magnet, kedua pihak juga akan mengembangkan proyek ekstraksi unsur tanah jarang dari bendungan tailing, tumpukan limbah lama, hingga magnet bekas.

Direktur Proyek TEXMiN, Profesor Dhiraj Kumar, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis bagi India.

“Kami memandang kolaborasi kami dengan Giredmet JSC sebagai langkah strategis penting dalam mengembangkan keahlian India di bidang magnet tanah jarang dan mineral kritis,” kata Dhiraj Kumar.

Menurut dia, kombinasi kemampuan riset TEXMiN dan teknologi milik Giredmet diharapkan mempercepat pembangunan rantai produksi penuh magnet tanah jarang di India.

Kongres Redmet-2026 juga menjadi ruang pembahasan isu pengolahan logam langka dan material kritis yang kini makin dibutuhkan dalam industri teknologi tinggi.

Acara tersebut mempertemukan lebih dari 750 peserta dari 20 negara dengan dukungan Rosatom, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia, hingga Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia. (Red0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latar kantor berita jabar (bg-kbj)