Bordeaux , Kantor Berita Jabar – Tepuk tangan terdengar saat bendera Indonesia naik di podium The 15th European Girls’ Mathematical Olympiad 2026 di Bordeaux, Prancis. Di momen itu, nama Danica Odelia dipanggil sebagai peraih medali emas.
Cuplikan pengalungan medali siswi SMAK Penabur Gading Serpong itu kemudian menyebar di media sosial dan memicu banyak respons positif.
Banyak warganet menyoroti pencapaian Danica karena ia menjadi perempuan pertama dari Indonesia yang berhasil meraih emas di ajang EGMO.
Kompetisi tersebut bukan olimpiade biasa.
EGMO dikenal sebagai salah satu arena matematika paling bergengsi untuk pelajar perempuan dunia. Tahun ini, sekitar 260 peserta dari 67 negara ikut bersaing.
Negara-negara dengan tradisi kuat di bidang matematika seperti China, India, dan Amerika Serikat juga turun dalam kompetisi tersebut.
Di tengah persaingan itu, Danica berhasil mencuri perhatian.
Pihak sekolah menyebut capaian tersebut sebagai sejarah baru bagi Indonesia di EGMO. Prestasi itu juga dianggap membuka motivasi baru bagi pelajar perempuan Indonesia di bidang sains dan matematika.
Nama Danica sebenarnya sudah cukup dikenal di dunia kompetisi matematika pelajar. Sebelum tampil di EGMO 2026, ia beberapa kali meraih penghargaan di ajang nasional maupun internasional.
Namun kemenangan di Bordeaux membawa dampak berbeda.
Sorotan publik meluas. Video podium kemenangan dan pengibaran Merah Putih terus dibagikan di berbagai platform media sosial.
Banyak pengguna internet menilai pencapaian itu menjadi kabar positif di tengah derasnya perhatian publik pada isu-isu lain.
Prestasi Danica juga kembali memunculkan pembicaraan soal kualitas pelajar Indonesia di ajang sains internasional, terutama dari kalangan pelajar perempuan. (Red)







