Jakarta, Kantor Berita Jabar – Pembentukan organisasi Sahabat Garda Nusantara (SGAN) mulai memasuki tahap konsolidasi. Sejumlah tokoh menggelar pertemuan di Pasifik Hotel, Jalan ND, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (7/11/2026), untuk membahas arah organisasi, pembentukan kepengurusan, hingga strategi memperluas jaringan keanggotaan.
Pertemuan tersebut dihadiri Agung Sulistio, Sahipul, Rozikin alias Bledek selaku Ketua Umum Gema PS Nusantara, serta Suroso selaku Sekretaris Jenderal Gema PS Nusantara.
Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian dalam pertemuan itu adalah peluang bergabungnya jaringan Gema PS Nusantara ke dalam SGAN. Ketua Umum Gema PS Nusantara, Rozikin alias Bledek, menyampaikan bahwa organisasinya memiliki jaringan keanggotaan yang diklaim mencapai 6,3 juta orang dan menyatakan kesiapan untuk mendukung pembentukan SGAN.
Dukungan tersebut dinilai berpotensi memperluas jangkauan organisasi. Namun, realisasi kekuatan jaringan tersebut tetap membutuhkan proses konsolidasi, pendataan anggota, serta penyamaan visi dan komitmen di antara seluruh elemen yang terlibat.
Dalam pembahasan tersebut, Agung Sulistio menegaskan bahwa SGAN tidak boleh hanya menjadi organisasi yang besar dari sisi nama maupun struktur kepengurusan. Menurutnya, organisasi harus memiliki integritas, keberanian, dan komitmen nyata dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
SGAN diharapkan menjadi wadah bagi berbagai elemen masyarakat untuk berkontribusi dalam persoalan sosial, hukum, lingkungan, serta pembangunan nasional.
Keterlibatan Sahipul, Rozikin alias Bledek, dan Suroso juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan menyatukan jaringan organisasi. Melalui konsolidasi tersebut, SGAN diharapkan dapat berkembang dan menjangkau masyarakat di berbagai daerah.
Ke depan, SGAN direncanakan mengembangkan sejumlah program yang berorientasi pada kepentingan publik. Di antaranya penyerapan dan pengawalan aspirasi masyarakat, edukasi hukum, advokasi sosial, kepedulian lingkungan, serta pengawasan terhadap pelayanan publik.
Organisasi ini juga diharapkan mengedepankan profesionalisme, kepatuhan terhadap hukum, serta pendekatan dialog dan solusi dalam menyikapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Pertemuan di Jakarta Utara tersebut menjadi salah satu langkah awal dalam proses pembentukan dan penguatan SGAN. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan dukungan dan rencana konsolidasi menjadi struktur organisasi yang jelas, program kerja terukur, serta kegiatan nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sebab, kekuatan sebuah organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya angka keanggotaan. Lebih dari itu, integritas, soliditas, konsistensi, dan kontribusi nyata menjadi ukuran penting dalam membangun kepercayaan publik. (Red)






