Jendela Informasi Jawa Barat
Beranda
KIRI-1 - Kantor Berita Jabar
KANAN-1 - Kantor Berita Jabar

Jajang Nurjman: Silat Harus Tetap Hidup dan Dicintai Generasi Muda

Bandung Barat, Kantor Berita Jabar — Pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri. Di dalamnya terdapat nilai disiplin, keberanian, persaudaraan, sopan santun hingga kecintaan terhadap budaya bangsa.

Semangat untuk menjaga dan menghidupkan nilai-nilai tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi dan musyawarah paguron yang digelar DPC PPSI Kecamatan Cipongkor, Sabtu (26/09/2026)

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat DPC PPSI Kecamatan Cipongkor, Kampung Ciawikuda, Desa Naglasari, Kecamatan Cipongkor, tersebut dihadiri sejumlah pimpinan dan perwakilan paguron anggota PPSI.

Ketua DPD PPSI Kabupaten Bandung, Jajang Nurjman, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi dan kebersamaan di antara paguron serta insan pencak silat.

Sejumlah agenda organisasi turut dibahas, mulai dari pembinaan dan konsolidasi paguron, persiapan administrasi dan legalitas, hingga agenda kegiatan pasanggiri DPD PPSI Bandung Barat.

Jajang Nurjman menekankan pentingnya menjaga pencak silat agar tetap dekat dengan generasi muda. Menurutnya, keberadaan paguron memiliki peran penting dalam memperkenalkan sekaligus menanamkan nilai-nilai positif melalui proses latihan.

“Kita ingin membangkitkan kembali semangat generasi muda untuk mencintai dan menekuni pencak silat. Silat bukan sekadar kemampuan bela diri, tetapi di dalamnya ada nilai disiplin, keberanian, persaudaraan, sopan santun dan kecintaan terhadap budaya bangsa,” ujar Jajang.

Ia mengajak seluruh paguron untuk terus melakukan pembinaan dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk mengenal pencak silat.

Menurutnya, pelestarian silat tidak cukup hanya dengan mempertahankan tradisi, tetapi juga membutuhkan regenerasi agar seni bela diri tersebut tetap tumbuh dan berkembang di tengah perubahan zaman.

“Mari kita rawat silat bersama. Dari paguron, kita lahirkan generasi yang sehat, disiplin, berkarakter dan mencintai budaya bangsa. Silat harus tetap hidup, berkembang dan diwariskan kepada anak cucu kita,” katanya.

Bagi Jajang, paguron bukan hanya tempat berlatih teknik dan bela diri. Lebih dari itu, paguron dapat menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan dan persaudaraan bagi generasi muda.

Karena itu, ia berharap komunikasi dan konsolidasi antar-paguron terus diperkuat. Kebersamaan tersebut dinilai penting untuk mendukung pembinaan sekaligus menjaga eksistensi pencak silat di tengah masyarakat.

Musyawarah paguron di Cipongkor pun menjadi momentum untuk memperkuat semangat bersama dalam menjaga tradisi, membina generasi dan melestarikan pencak silat agar tetap hidup serta dicintai generasi muda. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latar kantor berita jabar (bg-kbj)