Jakarta, Kantor Berita Jabar – Sekolah Rakyat tak hanya disiapkan sebagai fasilitas pendidikan biasa. Pemerintah mulai memasukkan dukungan pembelajaran digital melalui penyediaan jaringan internet dan infrastruktur telekomunikasi di sejumlah lokasi pembangunan.
Pembahasan itu muncul dalam rapat koordinasi pembangunan Sekolah Rakyat yang dipimpin Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Selasa (26/05/2026).
Pemerintah menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital untuk memperkuat kesiapan teknologi di Sekolah Rakyat Tahap II.
Dukungan yang disiapkan mencakup jaringan internet hingga rencana pembangunan fiber optic di lokasi sekolah.
Langkah tersebut dilakukan agar proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat dapat mengikuti perkembangan pembelajaran digital.
Di saat bersamaan, Kementerian PU masih mengejar target penyelesaian 93 lokasi Sekolah Rakyat Tahap II sebelum Juli 2026.
“Setelah dicek keseluruhan dari kesiapan lahan dan lainnya, Insyaallah kami targetkan selesai Juni 2026. Kami akan terus mengejar agar 93 titik ini dapat fungsional seluruhnya untuk mendukung tahun ajaran baru pada Juli 2026,” kata Dody.
Hingga 25 Mei 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 62,63 persen.
Pemerintah juga memperkuat koordinasi lintas kementerian dan menambah tenaga kerja untuk mempercepat penyelesaian proyek.
Program Sekolah Rakyat sendiri disiapkan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan. (Red)







