Kota Bandung, Kantor Berita Jabar – Pemerintah Kota Bandung mulai bergerak membenahi sistem drainase di kawasan Cicadas setelah proses penataan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ahmad Yani dinyatakan selesai.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut banyak saluran dan kontrol bak drainase selama ini tertutup lapak pedagang sehingga mengganggu aliran air di kawasan tersebut.
“Drainase akan diperbaiki dulu karena banyak kontrol bak yang tertutup. Itu yang sekarang dibenahi,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu 20 Mei 2026.
Pembenahan dilakukan setelah pembongkaran lapak PKL rampung pada Selasa dini hari. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung disebut segera membuka kembali akses drainase agar kawasan Cicadas terbebas dari persoalan genangan.
Farhan mengatakan proses penataan berjalan tanpa bentrokan karena dilakukan melalui pendekatan dialog dengan para pedagang. Pemkot memilih komunikasi langsung dibanding langkah penertiban represif.
“Kalau mau menggusur orang itu harus ngobrol dulu. Memang prosesnya lama tapi hasilnya lebih baik,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dirinya ikut memantau langsung proses penataan hampir setiap pekan. Bahkan hingga subuh hari saat pembongkaran terakhir berlangsung, Farhan masih berada di lokasi bersama gabungan organisasi perangkat daerah.
“Tadi subuh sudah dipastikan selesai untuk ruas Jalan Ahmad Yani. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” katanya.
Pemkot Bandung selanjutnya akan melanjutkan penataan ke ruas Jalan Cipadung. Meski lapak dibongkar, Farhan memastikan para PKL nantinya tetap dapat berusaha di kawasan yang sama dengan pola penataan baru.
Konsep tersebut disiapkan agar aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban jalan dan fungsi fasilitas umum.
Farhan juga menyoroti dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam proses penataan kawasan Cicadas.
“Alhamdulillah dibantu oleh Pak Gubernur. Jadi, ada dorongan tenaga yang sangat kuat dari Pak Gubernur,” tuturnya. (Red)







