Garut, Kantor Berita Jabar – Suasana di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, mendadak ricuh pada Selasa 19 Mei 2026 sore. Seorang pria yang diduga oknum anggota polisi mengamuk sambil membawa senjata tajam jenis samurai.
Aksi tersebut viral di media sosial setelah direkam warga. Dalam video yang beredar sejak Selasa malam, pria berkaus abu-abu tampak berjalan sempoyongan sambil mengacungkan samurai dan berteriak kepada warga.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berhamburan menyelamatkan diri. Situasi semakin mencekam ketika pelaku mendekati area pedagang sambil menodongkan senjata tajam.
Dezan (27), salah seorang pedagang, mengatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB. Ia mengaku pelaku datang secara tiba-tiba dan langsung membuat keributan.
“Enggak tahu apa masalahnya, tiba-tiba datang dan mengamuk,” ujar Dezan.
Menurutnya, pria tersebut turun dari mobil dalam kondisi tidak stabil sebelum akhirnya mencabut samurai dan mengacungkannya ke arah warga.
“Ada tenda pedagang yang dirusak,” katanya.
Tak hanya merusak tenda, pelaku juga disebut menghancurkan pintu warung di sekitar lokasi. Warga yang ketakutan kemudian mencoba menghentikan aksi pria tersebut agar tidak melukai orang lain.
Wilma (30), pedagang lain di lokasi kejadian, mengatakan kakak iparnya nyaris menjadi korban pembacokan saat pelaku mengamuk.
“Kakak saya sempat hampir kena bacok. Tapi beruntung tidak kena,” ujar Wilma.
Ia juga menyebut pelaku diduga membawa pistol yang terselip di pinggang. Dugaan itu muncul setelah video lain memperlihatkan seseorang mengambil pistol yang masih berada di sarung dari tubuh pelaku saat sudah terjatuh.
Pelaku akhirnya berhasil dilumpuhkan warga sebelum anggota Polsek Tarogong Kaler datang ke lokasi dan mengamankannya.
Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, pelaku kini masih menjalani pengobatan akibat luka yang dialaminya.
“Karena ada luka, saat ini pelaku masih dalam pengobatan. Baru nanti setelah itu akan kami lakukan pemeriksaan,” ujar Yugi. (Red)







