Bogor, Kantor Berita Jabar – Banyak orang memiliki kemampuan. Tidak semuanya berhasil mencapai puncak.
Menurut Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, salah satu pembeda utama antara orang biasa dan tokoh besar adalah kemampuan membaca momentum.
Pesan itu ia sampaikan saat memberikan pembekalan kepada peserta Kongres IV Blok Pelajar Politik Merdeka di Kabupaten Bogor.
Bima mengingatkan para pelajar agar tidak hanya fokus meningkatkan kemampuan akademik maupun keterampilan teknis.
Kemauan untuk bergerak, mengambil kesempatan, dan memanfaatkan peluang yang muncul juga menjadi faktor penting dalam perjalanan hidup seseorang.
“Semua tokoh-tokoh besar adalah orang-orang yang hebat memanfaatkan momentum. Semua politisi, ilmuwan, pengusaha, itu mereka paham momentum,” kata Bima.
Ia menilai banyak peluang yang sebenarnya hadir di sekitar generasi muda, tetapi sering kali terlewat karena kurangnya keberanian untuk mengambil langkah.
Karena itu, pelajar didorong membiasakan diri aktif mencari pengalaman, membangun relasi, serta terbuka terhadap berbagai kesempatan pengembangan diri.
Menurut Bima, masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, melainkan juga kesiapan seseorang ketika peluang datang.
Pesan tersebut menjadi penutup dari rangkaian motivasi yang disampaikan kepada para pelajar dalam forum tersebut. (Red)






