Jakarta, Kantor Berita Jabar – Warga di daerah pelosok masih menghadapi ketimpangan layanan kesehatan dibanding kota besar. Kondisi itu kini menjadi perhatian pemerintah melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dijalankan Kementerian Kesehatan.
Program tersebut difokuskan untuk mempercepat peningkatan kualitas rumah sakit daerah, terutama di wilayah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan pemerintah ingin memastikan masyarakat di daerah terpencil mendapat akses layanan yang lebih layak.
“Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) / Quick Win ini adalah langkah awal yang nyata untuk memastikan masyarakat di pelosok mendapatkan layanan kesehatan setara dengan daerah lain,” ujarnya.
Selain pembenahan fasilitas rumah sakit, pemerintah juga mulai memperkuat kualitas tenaga kesehatan.
Menteri PANRB Rini Widyantini menilai tantangan sektor kesehatan bukan cuma kekurangan jumlah tenaga medis, tetapi juga distribusi dan pengembangan kompetensi ASN kesehatan.
Pemerintah kini mendorong penguatan layanan promotif dan preventif, termasuk pemanfaatan teknologi kesehatan digital.
“Pengembangan kompetensi tenaga kesehatan harus diselaraskan transformasi dengan agenda promotif–preventif, manajemen penyakit kronis, telemedicine, AI-assisted diagnosis, integrated care melalui pelatihan berkelanjutan,” kata Rini.
Pertemuan antara Kementerian PANRB dan Kementerian Kesehatan di Jakarta, Selasa (26/05/2026), juga membahas pentingnya sinkronisasi kebutuhan tenaga kesehatan antara pusat dan daerah agar layanan kesehatan bisa berjalan lebih merata. (Red)







