Bandung, Kantor Berita Jabar – Atmosfer panas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api saat Persib Bandung menghadapi Ratchaburi FC ternyata meninggalkan konsekuensi serius. Euforia di tribune berubah menjadi masalah besar yang kini harus dibayar mahal oleh klub asal Bandung tersebut.
Asian Football Confederation resmi menjatuhkan hukuman kepada Persib setelah menilai terjadi berbagai pelanggaran disiplin dalam laga AFC Champions League Two 2025/2026 pada 18 Februari lalu.
Bukan hanya flare dan kembang api yang menjadi sorotan AFC. Dalam hasil sidangnya, federasi sepak bola Asia itu mencatat adanya lemparan benda ke lapangan hingga invasi penonton setelah pertandingan usai.
AFC juga menyoroti tindakan perusakan fasilitas stadion, aksi kekerasan, serta penghinaan terhadap tim lawan dan perangkat pertandingan.
Masalah keamanan stadion ikut menjadi perhatian serius. Jalur lorong, tangga, dan akses evakuasi dinilai tidak steril karena dipenuhi penonton selama laga berlangsung.
Situasi tersebut membuat panitia pelaksana pertandingan dianggap gagal memenuhi standar keamanan yang diwajibkan AFC dalam pertandingan internasional.
Akibatnya, Persib dijatuhi hukuman pertandingan kandang tanpa penonton dalam ajang antarklub AFC yang digelar di Indonesia.
“Persib Bandung dihukum bermain tanpa penonton penuh selama dua pertandingan kandang di kompetisi antarklub AFC yang digelar di Indonesia,” AFC menegaskan.
Selain sanksi stadion kosong, Persib juga diwajibkan membayar denda total USD 200 ribu atau sekitar Rp3,5 miliar.
“Persib Bandung diharuskan membayar total denda USD200.000 yang harus diselesaikan dalam waktu 30 hari sejak keputusan ini dikomunikasikan,” tulis AFC.
Meski demikian, hukuman penutupan stadion untuk laga kedua masih ditangguhkan selama dua tahun.
“Apabila terjadi pelanggaran serupa dalam masa percobaan tersebut, maka penangguhan otomatis dicabut dan sanksi akan diberlakukan.” (Red)







