Bandung, Kantor Berita Jabar – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, dan pemasaran. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Budhi Rukmana, mengatakan upaya ini tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga memperluas akses pemasaran baik secara offline maupun online.
Dalam pemasaran offline, Pemkot Bandung melalui Dinas Koperasi dan UKM membentuk Salapak, sarana yang menampilkan produk-produk UMKM yang kini berada di Hotel Horizon. Selain itu, produk lokal juga diperkenalkan dalam berbagai event besar seperti Konser Merah Putih, perayaan Hari Jadi Kota Bandung, dan Wood Coconut Day. Upaya ini menjadi ajang promosi yang efektif untuk memperluas jangkauan pasar bagi pelaku UMKM.
Sementara di sisi digital, pemerintah kota memperkuat pemasaran online dengan memfasilitasi UMKM yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) agar dapat masuk ke e-katalog. Bagi UMKM yang belum memiliki NIB, disiapkan program Bela Pengadaan, yang memungkinkan produk mereka ikut serta dalam kegiatan perangkat daerah maupun kecamatan. Selain itu, Pemkot juga meluncurkan platform digital Marema, yang kini sudah diikuti oleh 100 UMKM dan akan terus dikembangkan melalui roadshow ke 30 kecamatan.
Ke depan, Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung berencana membentuk UMKM Center dan program inkubasi besar di tiga kecamatan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem UMKM dari sisi pembinaan, pelatihan, hingga pemasaran. Budhi menegaskan, tujuan utama dari program UMKM naik kelas ini adalah agar pelaku usaha di Kota Bandung semakin profesional, inovatif, dan berdaya saing di pasar lokal maupun nasional.










