Serang, Kantor Berita Jabar – Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) dan Polisi Peduli Pendidikan (Poldik) menjadi perhatian dalam verifikasi usulan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti terhadap Polda Banten, Senin (18/5/2026).
Kapolda Banten Hengki menyebut kedua program tersebut dirancang sebagai solusi sosial sekaligus langkah menjaga stabilitas keamanan masyarakat.

Menurut Hengki, program Poliran hadir untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan pengangguran melalui pelatihan keterampilan dan pemberdayaan.
“Melalui Program Poliran, Polda Banten hadir tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai problem solver di tengah masyarakat,” katanya.
Klaim Tekan Kenakalan Remaja
Dalam paparannya, Hengki menjelaskan Poliran telah memberikan pelatihan kepada ratusan peserta. Dari program tersebut, sebagian peserta berhasil memperoleh pekerjaan dan membuka usaha mandiri.
Selain itu, Polda Banten juga menjalankan program Poldik yang fokus pada pembinaan karakter pelajar melalui edukasi disiplin, nasionalisme, dan kesadaran hukum.
Kapolda Banten mengklaim program tersebut berdampak pada penurunan angka kenakalan remaja hingga 66,7 persen.
“Kami meyakini bahwa menjaga keamanan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembentukan karakter generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Verifikasi dan Administrasi Setmilpres RI, Yukhti Inarni, mengatakan proses verifikasi dilakukan terhadap satuan yang dinilai memiliki dedikasi dan kontribusi terbaik dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Menurutnya, Nugraha Sakanti merupakan penghargaan bergengsi bagi kesatuan Polri yang dinilai berjasa serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (Red)






