Serang, Kantor Berita Jabar – Polda Banten menjalani proses verifikasi usulan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti oleh Tim Sekretariat Militer Presiden Republik Indonesia (Setmilpres RI) dan SSDM Polri di Aula Gawe Kuta Baluwarti Polda Banten, Senin (18/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Banten Hengki, Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, Kepala Bagian Verifikasi dan Administrasi Setmilpres RI Kombes Pol Yukhti Inarni, pejabat utama Polda Banten, hingga OPD Provinsi Banten.
Dalam pemaparannya, Kapolda Banten menjelaskan usulan penghargaan itu didasarkan pada keberhasilan pengamanan Operasi Ketupat Maung 2026 serta inovasi program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) dan Polisi Peduli Pendidikan (Poldik).
Operasi Ketupat Maung Jadi Sorotan
Menurut Hengki, posisi strategis Banten sebagai jalur penghubung Pulau Jawa dan Sumatera membuat pengamanan arus mudik menjadi bagian penting dari mobilitas nasional.
“Polda Banten melaksanakan Operasi Ketupat Maung 2026 secara terpadu, modern, dan humanis,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, sekitar 250 ribu kendaraan dan 1,1 juta penumpang tercatat melintas di jalur Jawa–Sumatera dengan kondisi lalu lintas aman dan lancar. Angka kecelakaan dan korban meninggal dunia juga disebut mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Selain operasi pengamanan, Polda Banten juga memaparkan capaian program Poliran yang telah melatih 567 peserta. Sebanyak 20 peserta berhasil mendapatkan pekerjaan dan 11 lainnya membangun usaha mandiri.
Sementara program Poldik diklaim mampu menekan angka kenakalan remaja hingga 66,7 persen setelah dilakukan pembinaan dan edukasi kepada pelajar. (Red)
Baca Juga : Program Poliran dan Poldik Antar Polda Banten ke Verifikasi Penghargaan







