Jendela Informasi Jawa Barat
Beranda
KIRI-1 - Kantor Berita Jabar
KANAN-1 - Kantor Berita Jabar

Sikap Indonesia di BRICS Soroti Palestina dan UNIFIL

New Delhi, Kantor Berita Jabar – Forum BRICS tahun ini bukan hanya bicara ekonomi dan perdagangan. Di hadapan para menteri luar negeri negara anggota, Indonesia membawa isu yang lebih sensitif: konflik global, keselamatan pasukan perdamaian, hingga desakan reformasi dunia internasional.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono memanfaatkan forum BRICS Foreign Ministers’ Meeting di New Delhi untuk menegaskan posisi Indonesia terhadap berbagai krisis internasional yang masih berlangsung.

Banner Pegadaian

“Nilai terbesar BRICS terletak pada penguatan suara negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global masa depan”, ujar Menlu RI, Sugiono pada BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) di New Delhi, 14 Mei 2026.

Indonesia menilai BRICS tidak cukup hanya menjadi kekuatan ekonomi baru. Pemerintah ingin kelompok itu tampil sebagai penyeimbang di tengah meningkatnya polarisasi global.

Dalam pidatonya, Sugiono menegaskan BRICS harus ikut menjaga stabilitas internasional dengan mendorong penegakan hukum global yang setara tanpa perlakuan berbeda antarnegara.

Sorotan tajam juga diarahkan pada isu Palestina. Indonesia kembali menyampaikan dukungan penuh terhadap Solusi Dua Negara dan meminta BRICS mengambil posisi yang lebih aktif dalam mendorong perdamaian.

Selain itu, Indonesia mengangkat gugurnya empat personel penjaga perdamaian Indonesia dalam misi UNIFIL. Pemerintah meminta adanya akuntabilitas terhadap pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Pesan itu menjadi penting karena keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB disebut sebagai prinsip yang tidak bisa ditawar.

Di sektor ekonomi, Indonesia mendorong reformasi sistem perdagangan internasional agar lebih terbuka dan tidak diskriminatif. WTO tetap dipandang sebagai fondasi utama perdagangan global.

Sejalan dengan agenda keketuaan India bertema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”, Indonesia juga membuka peluang memperkuat kerja sama di bidang energi, kesehatan, perubahan iklim, hingga pembiayaan pembangunan melalui New Development Bank.

Saat ini BRICS merepresentasikan sekitar 45 persen populasi dunia dengan kontribusi 28-30 persen terhadap GDP global. Indonesia sendiri memasuki tahun kedua sebagai anggota BRICS sejak resmi bergabung pada 2025. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latar kantor berita jabar (bg-kbj)