Bandung, Kantor Berita Jabar – Konfrontasi verbal mewarnai upaya konfirmasi yang dilakukan Kantor Berita Jabar (KBJ) kepada kuasa hukum PT Eltura terkait polemik hukum perusahaan tersebut dengan seorang individu berinisial N. Alih-alih memberikan penjelasan, kuasa hukum PT Eltura berinisial MSR justru menyampaikan pernyataan bernada tinggi dan menantang.
“Kita sudah menawarkan mediasi dan proses hukum tetap berlanjut. Silakan tanya ke Polrestabes Kota Bandung. Dan kami tidak takut pada media,” ujar MSR saat dihubungi wartawan KBJ.
Ia juga mempertanyakan keberadaan KBJ dengan kalimat, “Apa itu Kantor Berita Jabar?”
Pernyataan tersebut memicu sorotan karena dinilai berpotensi merendahkan profesi jurnalis dan dapat diartikan sebagai bentuk intimidasi terhadap kerja pers yang dilindungi UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.
KBJ Ajukan 12 Pertanyaan Resmi
Dalam rangka memenuhi prinsip keberimbangan, KBJ mengirimkan 12 pertanyaan resmi kepada PT Eltura. Pertanyaan tersebut menyinggung dasar hukum laporan fitnah, bukti administrasi, nilai dana, proses mediasi, hingga alasan membawa sengketa konsumen ke ranah pidana dan gugatan bernilai lebih dari Rp 1 miliar.
KBJ juga meminta penjelasan terkait penyebutan identitas terlapor, dugaan penghasutan, kewenangan Visa Amil, serta batas kritik konsumen yang dapat dipidana.
Permintaan Klarifikasi Terkait Pernyataan Bernada Merendahkan Pers
KBJ turut mengirimkan surat permohonan klarifikasi resmi kepada MSR atas dua pernyataan yang dinilai memantik reaksi publik, yaitu:
“Kami tidak takut pada media.”
“Apa itu Kantor Berita Jabar.”
Dalam surat tersebut, KBJ meminta penjelasan mengenai konteks pernyataan, apakah mewakili sikap resmi PT Eltura, serta komitmen perusahaan terhadap kebebasan pers sebagaimana diatur Pasal 18 UU Pers.
Belum Ada Tanggapan Tambahan
Hingga berita ini ditayangkan, MSR selaku kuasa hukum PT Eltura belum memberikan klarifikasi tambahan atas pernyataan maupun pertanyaan yang diajukan KBJ. (Red)










