Jendela Informasi Jawa Barat
Beranda
KIRI-1 - Kantor Berita Jabar
KANAN-1 - Kantor Berita Jabar
Latar kantor berita jabar (bg-kbj)

Indonesia–Filipina Perkuat Kemitraan Strategis di JCBC ke-8, Fokus Energi, Perdagangan, dan Stabilitas Kawasan

Jakarta, Kantor Berita Jabar — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, , bersama Menteri Luar Negeri Filipina, , memimpin Pertemuan ke-8 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) Indonesia–Filipina di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Rabu (23/4).

Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Filipina sekaligus meningkatkan koordinasi kawasan, khususnya dalam konteks peran Filipina sebagai Ketua  tahun ini.

Banner Pegadaian

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menitikberatkan kerja sama yang berdampak langsung bagi masyarakat, meliputi pengelolaan perbatasan, keamanan maritim, perdagangan, investasi, energi, serta isu kekonsuleran.

Salah satu fokus utama adalah penguatan kerja sama energi dan mineral strategis. Kedua negara mendorong implementasi Indonesia-Philippines Critical Minerals Partnership serta pembentukan nickel alliance guna memperkuat rantai pasok global dan industri hilir.

“Sebagai dua produsen nikel terbesar dunia, Indonesia dan Filipina perlu bekerja sama membangun rantai pasok global yang lebih kuat dan tangguh,” ujar Sugiono.

Selain isu ekonomi, kedua menteri juga bertukar pandangan mengenai pentingnya menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat sentralitas ASEAN di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Terkait situasi di Timur Tengah, kedua pihak menekankan pentingnya mencegah eskalasi konflik yang berpotensi mengganggu stabilitas regional dan global. Dampak tersebut dinilai dapat memengaruhi keamanan energi serta kelancaran rantai pasok internasional, termasuk jalur strategis seperti .

Indonesia juga menegaskan bahwa perdamaian berkelanjutan di kawasan tersebut tidak akan tercapai tanpa penyelesaian yang adil bagi Palestina.

“Setiap eskalasi di Timur Tengah akan berdampak langsung pada keamanan energi dan rantai pasok global. Karena itu, de-eskalasi dan penyelesaian yang adil bagi Palestina harus terus menjadi prioritas,” tegas Sugiono.

Filipina merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia di Asia Tenggara. Pada 2025, nilai perdagangan bilateral kedua negara tercatat mencapai USD 12,02 miliar. Filipina juga menjadi mitra penting dalam penguatan ketahanan energi Indonesia, termasuk sebagai salah satu pasar ekspor batu bara terbesar di kawasan.

Melalui JCBC sebagai mekanisme utama dialog bilateral tingkat menteri luar negeri, Indonesia dan Filipina berkomitmen memastikan tindak lanjut konkret serta membuka peluang baru dalam memperkuat kemitraan strategis kedua negara ke depan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latar kantor berita jabar (bg-kbj)