KBJ, Kota Bandung – Pernah kebayang gak, baru duduk di sebuah warung sunda, lalu meja Anda langsung penuh dengan sayur asem panas, sambal pedas, lalapan segar, teh tawar hangat, sampai pisang manis sebagai pencuci mulut semuanya gratis?
Kedengarannya seperti cerita berlebihan, tapi di Bandung, semua itu nyata. Namanya Warung Sunda Bumi Sadayana. Rasa Tradisional yang Selalu Kena di Hati
Setiap hidangan di Bumi Sadayana diracik dari resep warisan keluarga. Bahan segar, cara masak penuh ketelitian, hasilnya bikin kangen buat balik lagi.
Beberapa menu favorit pengunjung antara lain :
Kepala Kakap Kuah Nanas : gurih, segar, dengan sentuhan asam manis.
Ayam Kalasan : bumbunya meresap sampai ke dalam.
Tumis Bunga Pepaya : pahitnya hilang, rasanya justru nikmat.
Tumis Jantung Pisang : gurih dan lembut.
Ayam Goreng Kremes : kriuk di luar, juicy di dalam.
Gurame Cobek Pedas : sambalnya nendang, bikin ketagihan. Dan jangan lupa, sayur asem gratisyang selalu jadi rebutan pengunjung.
Gratisannya Gak Main-main
Kalau di tempat lain gratisan cuma sekadar promosi, di Bumi Sadayana gratisan sudah jadi tradisi.
Begitu duduk, semangkuk sayur asem langsung hadir di meja. Sambal dan lalapan otomatis menemani lauk utama, teh tawar hangat selalu tersedia, dan pisang manis siap jadi penutup makan.
Porsi nasinya? Jangan kaget kalau bisa bikin perut penuh banget. Banyak pelanggan sampai bilang, “kalau ke sini, siap-siap pulang susah jalan karena kekenyangan.”
Kata Bayu Permana, Salah Satu Pemilik Bumi Sadayana
“Di Bumi Sadayana, ukuran kepuasan pelanggan itu sederhana: mereka harus pulang dalam keadaan kenyang. Karena itu kami kasih banyak gratisan—dari sayur asem, sambal, lalapan, keremesan, teh tawar, sampai pisang. Bahkan beli tiga porsi nasi pun bisa dapat empat. Prinsip kami, memberi itu tidak pernah bikin rugi,” ucap Bayu Permana.
“Gratisan itu hanya cara kami memanjakan pelanggan, tapi inti sebenarnya adalah rasa. Walaupun gratis, sayur asem dan sambal tetap kami buat dengan kualitas terbaik, karena kepuasan orang ukurannya bukan murahnya, tapi kenyangnya hati dan perut,” ungkapnya.
“Di Bumi Sadayana, konsep kami sederhana: kalau memberi, rezeki akan kembali. Makanya kami ikhlas kasih banyak gratisan. Justru dari situ orang merasa dihargai, lalu cerita ke keluarga dan teman. Itu marketing paling jujur,” tuturnya.
“Kami tidak sekadar jual makanan, tapi jual kenangan. Banyak menu rumahan yang sudah hilang, kami hidupkan lagi. Orang makan di sini bukan cuma kenyang, tapi juga merasa seperti pulang,”jelas Bayu.
“Kami tidak buru-buru buka cabang banyak. Buat apa buka cepat tapi tutup dalam setahun? Lebih baik mengalir, konsisten dengan rasa, dan tetap bertahan lama,”tegasnya.
Suasana yang Bikin Betah
Walaupun sederhana, suasana warung ini bikin nyaman. Hangat, ramah, dan penuh kekeluargaan. Banyak orang merasa seperti sedang makan di rumah sendiri. Gak heran, sekali coba biasanya langsung ketagihan.
Lokasi Bumi Sadayana di Bandung
Jl. Supratman No.37, Cihapit, Bandung Wetan
Jl. Cipedes Tengah, Sukajadi, Kota Bandung
Kalau Anda sedang di Bandung, jangan cuma mampir ke kafe modern. Coba rasakan pengalaman makan di Warung Sunda Bumi Sadayana. Bukan cuma soal masakan Sundanya yang enak, tapi juga sensasi gratisannya yang bikin siapa pun ingin kembali lagi dan lagi (Red)






