Semarang, Kantor Berita Jabar — Peran kampus dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia kerap luput dari perhatian. Padahal, melalui edukasi dan pembentukan narasi kebangsaan, kalangan akademisi memiliki kontribusi strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai negara kepulauan di kancah global.
Hal ini ditegaskan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui program Public Diplomacy Goes to Campus yang digelar di Semarang. Program ini menjadi bagian dari upaya diplomasi publik dengan melibatkan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menyuarakan kepentingan nasional, khususnya di sektor maritim.
Dalam kegiatan tersebut, Kemlu RI juga memutar film “12 Mile: Guiding the Archipelago” yang menggambarkan pentingnya batas wilayah laut Indonesia. Melalui pendekatan visual dan diskusi interaktif, mahasiswa diajak memahami isu kedaulatan maritim secara lebih komprehensif.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (IDP) Kemlu RI menilai kampus memiliki posisi penting dalam membangun narasi Indonesia di tingkat global. Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berperan aktif dalam menyebarkan pemahaman mengenai kedaulatan maritim kepada masyarakat luas.
Selain kegiatan di kampus, dalam kunjungan kerja ke Semarang, Dirjen IDP juga melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah serta Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah. Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memanfaatkan potensi soft power Indonesia.
Kemlu RI menekankan bahwa kekuatan budaya dan ekonomi kreatif dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan citra Indonesia di dunia internasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong promosi global, memperluas kerja sama, serta menarik investasi ke daerah.
Tak hanya itu, diplomasi ekonomi kreatif juga difokuskan pada peningkatan kualitas produk UMKM dan kriya. Penguatan aspek storytelling menjadi kunci agar produk Indonesia memiliki daya saing sekaligus nilai tambah di pasar global.
Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, Kemlu RI optimistis kampus dapat menjadi salah satu garda terdepan dalam menjaga kedaulatan maritim sekaligus memperkuat posisi Indonesia di panggung dunia. (Red)










