Jendela Informasi Jawa Barat
Beranda
KIRI-1 - Kantor Berita Jabar
KANAN-1 - Kantor Berita Jabar
Latar kantor berita jabar (bg-kbj)
Daerah  

Tangis dan Hormat di Cikutra: Prosesi Pemakaman Mayor Zulmi Jadi Simbol Pengorbanan Prajurit Indonesia

Bandung, Kantor Berita Jabar – Langit pagi di Taman Makam Pahlawan Cikutra menjadi saksi bisu prosesi pemakaman militer Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Minggu (5/4/2026). Suasana hening, dipenuhi rasa duka dan hormat, mengiringi kepergian prajurit terbaik bangsa yang gugur dalam tugas perdamaian dunia.

Sejak pagi hari, ratusan personel Tentara Nasional Indonesia telah bersiaga dengan barisan rapi. Ketika iring-iringan jenazah tiba sekitar pukul 08.45 WIB, suasana berubah menjadi semakin khidmat. Peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih diusung perlahan oleh prajurit, diiringi langkah tegap dan penuh penghormatan.

Banner Pegadaian

Panglima TNI Agus Subiyanto memimpin langsung upacara sebagai inspektur. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa almarhum gugur dalam pengabdian terbaiknya untuk bangsa dan negara.

“Yang telah gugur demi kepentingan serta keluhuran bangsa dan negara pada hari Senin, 30 Maret 2026 pukul 10.45 waktu Lebanon atau 15.45 WIB,” ujar Agus dengan nada tegas.

Prosesi penghormatan militer berlangsung penuh makna. Dentuman tembakan salvo menggema di area pemakaman, memecah keheningan yang menyelimuti para pelayat. Seluruh pasukan berdiri tegap dalam sikap sempurna, memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Momen paling mengharukan terjadi saat peti jenazah perlahan diturunkan ke liang lahat. Isak tangis keluarga pecah, tak terbendung. Sejumlah pelayat terlihat menundukkan kepala, sementara suasana hening semakin terasa dalam.

Tak lama kemudian, bendera Merah Putih yang menyelimuti peti jenazah dilipat dengan penuh kehormatan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Prosesi ini menjadi simbol bahwa negara hadir dan memberikan penghargaan tertinggi atas pengorbanan prajuritnya.

Sebelum dimakamkan, jenazah Mayor Zulmi lebih dahulu tiba di Indonesia pada Sabtu (4/4/2026). Presiden Prabowo Subianto menyambut langsung kedatangan jenazah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan memberikan penghormatan terakhir.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Cimahi dan tiba pada malam hari, disambut tangis keluarga, kerabat, serta warga yang telah menunggu untuk memberikan penghormatan terakhir.

Selain Mayor Zulmi, dua prajurit lainnya juga dimakamkan di daerah berbeda. Farizal Romadhon dimakamkan di TMP Giripeni, sementara Muhammad Nur Ichwan dimakamkan di TMP Giri Dharmoloyo.

Mayor Zulmi gugur saat menjalankan tugas sebagai bagian dari pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan. Pengorbanannya menjadi bukti nyata dedikasi prajurit Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Prosesi pemakaman ini bukan sekadar perpisahan, melainkan penghormatan tertinggi bagi seorang prajurit. Di balik tangis yang mengiringi kepergian, tersimpan kebanggaan bahwa Indonesia memiliki putra terbaik yang rela berkorban demi bangsa dan dunia. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latar kantor berita jabar (bg-kbj)