Jendela Informasi Jawa Barat
Beranda
KIRI-1 - Kantor Berita Jabar
KANAN-1 - Kantor Berita Jabar
Latar kantor berita jabar (bg-kbj)
Daerah  

Program Garut Hebat Diluncurkan, Bupati Syakur Gandeng Bank bjb dan BRIN Perkuat Permodalan serta Inovasi UMKM Garut

Garut, Kantor Berita Jabar – Pemerintah Kabupaten Garut resmi meluncurkan program Garut Hebat sebagai upaya memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melalui perluasan akses permodalan dan dukungan inovasi teknologi. Program ini diresmikan langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, bersama Bank bjb dalam inaugurasi Wirahebat angkatan ketiga di Pendopo Garut, Rabu (08/04/2026).

Peluncuran program tersebut menjadi langkah strategis Pemkab Garut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis UMKM. Selain memperluas akses pembiayaan, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha lokal di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Banner Pegadaian

Bupati Abdusy Syakur Amin menegaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, dan lembaga riset merupakan kunci dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan. Menurutnya, kehadiran skema pembiayaan inovatif dari Bank bjb memberikan peluang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang.
“Program ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong kemajuan ekonomi Garut. Skema pembiayaan yang dihadirkan menjadi solusi nyata bagi pelaku usaha untuk mendapatkan akses finansial yang lebih mudah dan terjangkau,” ujar Syakur.

Tidak hanya fokus pada permodalan, Pemkab Garut juga menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat aspek teknologi dan inovasi. Dukungan ini dinilai penting agar produk UMKM Garut mampu bersaing di pasar regional hingga nasional.
“Kolaborasi dengan BRIN membuka akses terhadap inovasi dan teknologi, sehingga UMKM kita tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas,” tambahnya.

Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN, Raden Arthur Ario Lelono, mengungkapkan pihaknya menyediakan peluang pendanaan riset hingga Rp600 juta selama dua tahun bagi perusahaan rintisan. Skema ini diharapkan mampu melahirkan pelaku inopreneur dan technopreneur berbasis potensi lokal Garut.
“Pendanaan ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan produk inovatif berbasis kearifan lokal, sehingga menciptakan nilai tambah ekonomi bagi daerah,” jelasnya.

Dari sisi pembiayaan, Bank bjb Cabang Garut menghadirkan program Kredit Usaha Alit Masyarakat Ekonomi Sejahtera (KULIT) yang menyasar pelaku usaha kecil. Program ini menawarkan pinjaman tanpa bunga dengan plafon mulai dari Rp500 ribu hingga Rp5 juta, yang disalurkan secara berkelompok disertai edukasi keuangan.

Pimpinan Bank bjb Cabang Garut, Asep Wahyu Ismail, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan pengembangan dari Kredit Mesra dengan pendekatan lokal yang lebih adaptif.
“Melalui skema ini, kami ingin memastikan pelaku usaha kecil memiliki akses modal yang mudah sekaligus mendapatkan pendampingan agar usahanya lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Meski demikian, tantangan dalam pengembangan UMKM masih menjadi perhatian, terutama terkait literasi keuangan, akses pasar, serta pemanfaatan teknologi digital. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor dinilai menjadi faktor kunci dalam memastikan program ini berjalan optimal.

Salah seorang pelaku UMKM di Garut menyambut positif program tersebut. Ia menilai akses pembiayaan tanpa bunga sangat membantu pelaku usaha kecil yang selama ini kesulitan mendapatkan modal dari lembaga keuangan formal.

Ke depan, program Garut Hebat diharapkan tidak hanya memperkuat permodalan UMKM, tetapi juga mampu menciptakan wirausaha baru, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Garut secara berkelanjutan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latar kantor berita jabar (bg-kbj)