KBJ, Jakarta – Menteri PANRB Rini Widyantini meninjau layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Jakarta. Ia mengapresiasi keseimbangan antara layanan digital dan tatap muka yang sudah berjalan baik.
Berdasarkan data terbaru, MPP Jakarta mengintegrasikan 328 layanan dari 20 instansi. “Masyarakat tidak perlu lagi datang ke banyak kantor. Semua bisa diakses di satu tempat. Saya lihat MPP ini sudah menjalankan konsep omnichannel yang sedang kita kembangkan,” ujar Rini, Senin (29/9/2025).
Konsep omnichannel menggabungkan berbagai kanal layanan, mulai dari digital hingga tatap muka. Tujuannya adalah meningkatkan akses, efisiensi, dan kualitas pelayanan publik.
Namun, pemerintah memahami kondisi masyarakat yang beragam. Tidak semua warga bisa mengakses layanan daring. Karena itu, pendekatan omnichannel menjamin semua kalangan tetap bisa mendapat layanan, baik secara online maupun langsung.
Selain di gedung MPP, warga Jakarta juga mendapat layanan mobile jemput bola. Dinas PTSP menghadirkan layanan keliling di tiap kota, sehingga masyarakat tidak harus datang jauh-jauh ke MPP.
MPP Jakarta, yang diresmikan pada 12 Oktober 2017, menjadi salah satu pelopor MPP di Indonesia. Kini sudah ada 296 kabupaten/kota dengan MPP, atau sekitar 58 persen dari total daerah di Indonesia.
Hadirnya MPP terbukti memangkas birokrasi dan mencegah maladministrasi. “Kami memberikan apresiasi. Misalnya layanan usaha, sertifikat halal, atau izin praktik, kini bisa selesai dalam waktu kurang dari satu jam,” tambah Rini.






