Kuningan, Kantor Berita Jabar – Nama Desa Wisata Kaduela kini menjelma menjadi ikon kebangkitan ekonomi desa di Kabupaten Kuningan. Di balik ramainya Telaga Biru Cicerem dan berkembangnya wisata baru Sideland, ada satu sosok yang bekerja senyap namun menentukan arah : Iim Ibrahim, Direktur BUM Desa Arya Kamuning Kaduela.
Sejak dipercaya memimpin BUM Desa Arya Kamuning, Iim Ibrahim mendorong perubahan besar dalam tata kelola aset desa. Tidak lagi berjalan konvensional, pengelolaan wisata dan usaha desa diarahkan berbasis manajemen profesional, legalitas kuat, dan keberpihakan pada masyarakat. Langkah ini menjadi titik balik bagi Desa Kaduela yang sejak 2010 mulai menata potensi wisatanya secara serius.
Di bawah kendali Iim Ibrahim, BUM Desa Arya Kamuning berhasil mengonsolidasikan seluruh potensi desa ke dalam unit usaha yang produktif. Telaga Biru Cicerem tetap menjadi magnet utama wisata alam, sementara Sideland, destinasi kolam renang dan camping ground yang memanfaatkan Tanah Kas Desa, hadir sebagai sumber pendapatan baru yang langsung dirasakan warga.
Tidak hanya berhenti di sektor pariwisata, Iim Ibrahim memperluas peran BUM Desa melalui Unit Simpan Pinjam serta Unit PPOB yang bekerja sama dengan Bank BJB dan BNI. Diversifikasi usaha ini membuat roda ekonomi desa tidak bergantung pada satu sektor semata, sekaligus membuka akses layanan keuangan bagi masyarakat desa.
Prestasi penting lainnya adalah keberhasilan BUM Desa Arya Kamuning memperoleh sertifikat badan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM serta penataan regulasi melalui Peraturan Desa Nomor 4 Tahun 2022. Legalitas ini menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan usaha desa dan meningkatkan kepercayaan mitra maupun investor.
Dampak nyata dari kepemimpinan Iim Ibrahim terasa langsung di lapangan.
Puluhan warga terserap sebagai tenaga kerja di sektor wisata, mulai dari pengelola tiket, parkir, keamanan, kebersihan, hingga pelaku UMKM di kawasan wisata. Pembangunan kantor BUM Desa, toilet, guest house, sanggar seni, kios, gazebo, dan penataan infrastruktur wisata turut menggerakkan ekonomi lokal dan memperluas kesempatan usaha warga.
Dengan modal awal Rp100 juta yang dikelola secara bertahap dan akuntabel, BUM Desa Arya Kamuning kini menjadi contoh bagaimana desa mampu berdiri di atas kaki sendiri. Bagi Iim Ibrahim, keberhasilan BUM Desa bukan semata angka pendapatan, melainkan sejauh mana desa mampu menciptakan kesejahteraan dan kebanggaan bagi masyarakatnya.
Kini, Desa Wisata Kaduela tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai simbol transformasi desa yang digerakkan oleh kepemimpinan visioner dan keberanian mengelola potensi sendiri. Sosok Iim Ibrahim pun perlahan menjelma sebagai figur kunci di balik cerita sukses tersebut. (Red)






